Dukungan Pengembangan Komoditas Kopi Wamena Dilanjutkan, BI Papua : Tingginya Permintaan Pasar Domestik dan Global

oleh -634 views
Petani kopi saat memetik biji kopi Wamena yang kini permintaannya cukup tinggi di Pasar domestic dan global.(Foto. Humas KPw BI Papua)  

Kilaspapua, Jayapura- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Papua) berkomitmen memperluas akses kopi Wamena ke pasar global. Maka itulah,  KPw BI Papua melanjutkan dukungannya terhadap pengembangan komoditas kopi baik dari sisi hilir dan hulu di tahun 2024. Bertujuan sebagai wujud dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi yang kuat, berimbang, berkelanjutan, dan inklusif, khususnya di Provinsi Papua Pegunungan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman mengatakan, komitmen itu berupa penyerahan secara simbolis bantuan kepada Koperasi Produsen Emas Hijau Papua sebagai salah satu UMKM binaan Bank Indonesia, di Distrik Pyramid, Wamena.

“ Bantuan berupa huller, pulper, moisture meter dan sarana produksi lainnya dalam rangka memperkuat kapasitas produksi industri kopi di Papua guna memastikan keberlanjutan pasokan kopi di pasar global ,” katanya, Rabu (27/2/2024).

Menurutnya, Kopi Papua memiliki permintaan yang sangat tinggi baik di pasar domestik maupun global, terkhusus kopi yang berasal dari Provinsi Papua Pegunungan seperti dari Distrik Tiom, Pyramid, dan Kurulu. Keunggulan kopi Papua salah satunya merupakan kopi organik. Saat ini kopi Papua sudah memasuki pasar ekspor, yakni di Australia, Jepang dan Singapura.

“ KPw BI Papua sejak tahun 2018 telah turut mendukung pengembangan industri kopi di Provinsi Papua Pegunungan untuk menjadi komoditas unggulan berskala global. Dimulai dari pendampingan kelembagaan kepada petani kopi Orang Asli Papua, produksi kopi hulu hingga sisi hilir, serta memperluas akses pasar hingga permodalan.  Ke depannya, diharapkan akan terus terjadi penguatan ekosistem industri kopi di Papua pada umumnya ,” ujarnya.

KPw BI Papua telah turut mempromosikan kopi Papua di event nasional dan internasional antara lain, International Sharia Economic Festival dan Pameran Karya Kreatif Indonesia. KPw BI Papua juga tengah mengidentifikasi potensi obyek pariwisata yang ada di Papua Pegunungan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan perluasan penggunaan pembayaran digital, khususnya QRIS. Sejumlah tantangan masih menjadi fokus utama pengembangan yaitu kelembagaan, promosi dan amenitas. Kegiatan produksi komoditas kopi di Wamena, juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai subsektor agrowisata, dimana wisatawan tidak hanya dapat berwisata di kebun kopi, namun juga dapat turut memanen kopi, melihat proses pengeringan hingga menikmati kopinya di dataran tinggi ,” imbuhnya.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi, KPw BI Papua membangun sinergitas bersama stakeholders (Disperindag, Distan, Dishub, Dispar, dan Bulog). Sinergitas dilakukan melalui rangkaian kegiatan berupa Focus group Discussion (FGD) dan kuliah umum di Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena yang bertemakan pelaksanaan tugas kebanksentralan sebagai upaya pengedalian inflasi ,” tutupnya.(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *