Ratusan Warga Ramaikan Pembukaan FDS Ke-XIV di Khalkote, Ajang Mempromosikan Budaya Masyarakat Asli Papua Yang Tinggal di Danau Sentani

oleh -660 views
Penampilan tarian isosolo di FDS Ke- XIV di Pantai Khalkote menghibur pengunjung pada pembukaan FDS ke-X IV.

Kilaspapua, Sentani – Festival Danau Sentani,(FDS) ke- XIV resmi dibuka oleh Plt Asisten Bidang Pemerintahan Provinsi Papua, Yohanis Walilo mewakili Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun didermaga Pantai Khalkote, distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Rabu (19/6/2024). FDS kali ini bertema Isosolo Is Our Culture

Dalam sambutan Pj Gubernur Papua yang dibacakan oleh Plt Asisten Bidang Pemerintahan Provinsi Papua, Yohanis Walilo mengatakan, penyelenggaraan FDS yang dilakukan setiap tahun merupakan ajang untuk mempromosikan, melestarikan sekaligus merayakan sebagai warisan budaya masyarakat asli Papua khususnya suku-suku yang ditinggal disekitar danau Sentani.

“ Melalui berbagai pertunjukkan berbagai acara seperti tarian tradisional, pameran seni, pertunjukkan seni music dan lainnya. Secara tidak langsung menjaga keaslian keberlanjutan budaya lokal ,” katanya.

Menurutnya, festival ini juga sebagai ajang untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang ada di danau Sentani dan sekitarnya kepada masyarakat lokal, nasional bahkan internasional guna menarik wisatawan dari berbagai daerah datang untuk menikmati keindahan alam yang ada di Provinsi Papua khususnya di Kabupaten Jayapura ,” ucapnya.

Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo dalam sambutannya menyebutkan festival danau Sentani sudah memiliki cukup nama yang baik sehingga kita kembali hari ini dengan penampilan yang akan disajikan selama 5 hari. Dimulai dibuka saat ini hingga berakhir ditanggal 23 Juni 2024.

“ FDS ini bukan semata event pariwisata yang lewat begitu saja tetapi ini bagian dari apresiasi kita kepada kehidupan terhadap masyarakat ditepian danau Sentani bahkan dipulau-pulau disekitar danau Sentani yang mana terjaga baik secara turun temurun dalam harmoni kehidupan selayaknya akturisasi dari leluhur dimasa lalu ,” sebutnya.

Triwarno  mengungkapkan,  FDS tahun ini kita  akan dibawa pada dimensi yang penting yakni, adanya perasaan yang dalam untuk menghargai adat istidat budaya sebagai wujud kecintaan kita kepada budaya yang merupakan akar indentitas masyarakat Kabupaten Jayapura khususnya yang mendiami danau Sentani.

Yang kedua, sambung Triwarno adanya rangkaian yang harmonis dalam peranan masyarakat, budaya, kondisi alam, pengetahuan dan berbagai tantangan didalam  kita mengembangkan dan melestarikan budaya serta mempromosikan pariwisata kita.

Ketiga, adanya partisipasi kolektif dari kita semua untuk bagaimana kita berkolaborasi menunjukkan ke perubahan yang lebih baik. Menumpukkan semangat kolaboorasi melalui event yang membanggakan ini ,” ucapnya(Redaksi)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *