Di Hari Tani Nasional, Masyarakat Adat Suku Yali – Hubla Yahukimo Didorong Produktif Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

oleh -59 Dilihat
oleh
Kepala suku Yali – Hubla didampingi Kadis Pertanian Yahukimo dan Pdt Silas saat berphoto bersama usai penyerahan bantuan ketahanan pangan mandiri.( Foto. Istimewa)

Kilaspapua, Jayapura – Masyarakat adat Suku Yali – Hubla Kabupaten Yahukimo didorong produktif guna mewujudkan kemandirian pangan lewat pengelolaan lahan dan mengembangkan potensi pertanian lokal.

Hal itu disampaikan pada Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2026), dengan mengusung tema “Masyarakat Adat sebagai Penggerak Lumbung Desa untuk Pangan Berdaulat di Tanah Papua.”

Kepala Suku Yali – Hubla Kabupaten Yahukimo, Ebenius Amohosa mengatakan ketahanan pangan harus dimulai dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga melalui hasil kebun sendiri.

Menurutnya, hasil pertanian tidak hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan apabila dikembangkan dan dipasarkan.

“Ketahanan pangan banyak manfaatnya. Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan, hasilnya juga bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Yahukimo,” katanya, Kamis (24/9/2026).

Maka itulah, ada beberapa hal yang perlu ditekankan, seperti, kepala suku memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat adat dan pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan serta stabilitas sosial.

Ajak Masyarakat Dukung Program Pemerintah

Mewujudkannya, sambungnya, Ia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan, mendukung program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi dan cara-cara damai agar stabilitas sosial dan pembangunan di Kabupaten Yahukimo tetap terjaga ,” ucapnya.

Ia juga menghimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat memicu konflik, kerusuhan, atau gangguan keamanan.

Disisi lain, Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dalam hal penyediaan bibit dan peralatan pertanian. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan kebun secara mandiri ,” ungkapnya.

Sementara, Koordinator Lapangan Kebun Suku Yali-Hubla, Anton Maning mengajak masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tetapi mulai memanfaatkan lahan yang tersedia.

“Kita harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita dan keluarga. Salah satunya dengan berkebun,”  ajaknya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Yahukimo, Barnabas Helarombo mengatakan, kemandirian pangan membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Maka itu, Ia mendorong masyarakat mengembangkan pangan lokal agar tidak terlalu bergantung pada beras. Salah satunya, tanaman ubi yang merupakan salah satu sumber pangan yang dapat diandalkan.

“Kalau terjadi kekeringan atau kelangkaan beras, kita masih bisa mengandalkan pangan lokal seperti ubi sebagai sumber makanan,” ujarnya.

Ia juga akan mengupayakan dukungan bibit bagi kelompok tani Suku Yali-Hubla, meski belum dapat memastikan waktu penyalurannya.

“Terkait permohonan bantuan bibit, saya tidak bisa menjanjikan kapan bantuan akan diserahkan. Namun, bantuan tersebut akan saya usahakan agar bisa didukung,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Pertanian Kabupaten Yahukimo telah menyerahkan bibit tanaman, sekop, dan uang pembinaan kepada kelompok tani Suku Yali-Hubla.

Ia juga mengajak generasi muda fokus pada kegiatan produktif dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus.

Untuk itulah, masyarakat diajak agar menjaga persatuan dan keamanan. Ia juga meminta warga tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat memicu konflik, mengganggu ketertiban, maupun merugikan masyarakat luas, “ pungkasnya.

Diskusi tersebut menjadi momentum memperkuat pertanian berbasis masyarakat adat sekaligus mendorong pangan lokal sebagai fondasi kemandirian pangan Yahukimo. Masyarakat didorong untuk mulai mengolah lahan, menanam, dan memenuhi kebutuhan pangan dari hasil kebun sendiri,” tutupnya.(Rilis)