PTSP Bakal Go To Kampus Stiper Jayapura, Upaya Kenalkan OSS, Investasi Hingga Bangun Usaha Kepada Mahasiswa

oleh -155 Dilihat
oleh
Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, S.T., M.Sos .(Foto. Istimewa)

Kilaspapua, Sentani – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Jayapura akan melaksanakan program DPM-PTSP Go To Kampus 2026 sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam meningkatkan literasi mahasiswa di bidang perizinan berusaha, kewirausahaan, investasi, ekonomi kreatif, inovasi digital dan pelayanan publik.

Kegiatan yang mengusung tema “Dari Kampus Untuk Investasi, Kewirausahaan dan Inovasi Pelayanan Kabupaten Jayapura” tersebut akan dilaksanakan pada, kamis (8/10/2026) pukul 09.00 wit di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kabupaten Jayapura dengan jumlah peserta 100 orang mahasiswa.

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, S.T., M.Sos., mengatakan bahwa perguruan tinggi merupakan salah satu ruang strategis untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memahami dunia usaha, investasi dan pelayanan publik.

“Mahasiswa adalah generasi yang akan menjadi pelaku pembangunan di masa depan. Karena itu, sejak dari kampus mereka perlu mengenal bagaimana membangun usaha yang legal, bagaimana mendapatkan NIB melalui OSS, memahami peluang investasi, serta berani menciptakan inovasi dan lapangan kerja,” ujarnya.

Menurutnya, program Go To Kampus 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi diarahkan menjadi ruang edukasi, pendampingan dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi.

Melalui program tersebut, mahasiswa akan diperkenalkan dengan berbagai aspek penting, antara lain Online Single Submission (OSS), Nomor Induk Berusaha (NIB), legalitas usaha, kewirausahaan, UMKM, ekonomi kreatif, investasi, inovasi digital, pelayanan publik serta peluang kemitraan dengan dunia usaha.

Gustaf menjelaskan, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong mahasiswa agar mulai melihat peluang usaha sejak berada di bangku kuliah.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Kalau ada mahasiswa yang sudah memiliki usaha, kami ingin membantu mereka memahami aspek legalitas dan perizinannya. Kalau belum memiliki usaha, kami ingin membuka wawasan mereka tentang peluang usaha dan investasi yang ada di Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

DPM-PTSP Kabupaten Jayapura menetapkan sejumlah sasaran dalam pelaksanaan Go To Kampus 2026, di antaranya memperkenalkan tugas dan fungsi DPM-PTSP kepada mahasiswa, meningkatkan pemahaman tentang OSS dan NIB, mendorong mahasiswa menjadi entrepreneur, mengidentifikasi usaha yang telah dimiliki mahasiswa, serta memberikan pendampingan awal terkait legalitas usaha.

Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk mengenalkan potensi dan peluang investasi Kabupaten Jayapura, mendorong lahirnya startup dan usaha kreatif mahasiswa, menjaring ide-ide inovasi pelayanan publik, mendorong pemanfaatan teknologi digital, membuka jejaring mahasiswa dengan dunia usaha serta membangun kerja sama berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Jayapura dan perguruan tinggi.

Dalam pelaksanaan DPM-PTSP Go To Kampus 2026, DPM-PTSP Kabupaten Jayapura juga membangun kolaborasi dengan sejumlah lembaga dan mitra strategis, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua, Bank Indonesia Wilayah Papua, Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Papua, Bank Papua Cabang Sentani, PT Telkomsel, serta BPJS Ketenagakerjaan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai ekosistem ekonomi dan dunia usaha, mulai dari literasi keuangan, investasi legal, pasar modal, perbankan, teknologi digital hingga perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.

Menurut Gustaf, keterlibatan berbagai lembaga tersebut merupakan bentuk nyata bahwa pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri.

“Kita ingin membangun ekosistem. Pemerintah hadir melalui DPM-PTSP, kemudian ada OJK, Bank Indonesia, BEI, perbankan, dunia teknologi dan BPJS Ketenagakerjaan. Semua memiliki peran untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar mereka siap memasuki dunia usaha dan dunia kerja,” katanya.

Gustaf Griapon juga menegaskan bahwa Kabupaten Jayapura memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan investasi. Karena itu, mahasiswa perlu diberikan ruang untuk mengenali potensi daerah sekaligus mengembangkan ide kreatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi dan kewirausahaan baru.

“Kami berharap dari kegiatan ini muncul ide-ide baru dari mahasiswa. Bisa berupa usaha kreatif, startup digital, pengembangan UMKM, inovasi pelayanan publik maupun gagasan investasi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Ia menambahkan, DPM-PTSP Kabupaten Jayapura akan terus mendorong kemudahan pelayanan perizinan bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang ingin memulai usaha.

Program DPM-PTSP Go To Kampus 2026 mengusung tagline:

“Kenal OSS, Kenal Investasi, Bangun Usaha, Jayapura Maju.”

Tagline tersebut menjadi semangat DPM-PTSP Kabupaten Jayapura untuk memperkenalkan pelayanan perizinan dan investasi kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih edukatif, komunikatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Gustaf berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara DPM-PTSP Kabupaten Jayapura dengan perguruan tinggi di Kabupaten Jayapura.

“Kami berharap Go To Kampus ini tidak berhenti pada satu kegiatan. Ke depan, kita ingin membangun kerja sama yang berkelanjutan dengan perguruan tinggi sehingga kampus dapat menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang inovatif, produktif dan mampu menciptakan peluang ekonomi baru,” tuturnya.

DPM-PTSP Kabupaten Jayapura memandang mahasiswa sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan pengetahuan, kreativitas dan kemampuan teknologi yang dimiliki generasi muda, berbagai potensi Kabupaten Jayapura dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, investasi dan inovasi pelayanan.

Karena itu, melalui DPM-PTSP Go To Kampus 2026, pemerintah daerah ingin membangun jembatan antara kampus, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan dan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani mengambil langkah nyata untuk membangun usaha, menciptakan inovasi dan berkontribusi terhadap kemajuan daerah. “Dari Ide Kampus, Lahir Inovasi. Dari Inovasi, Tumbuh Investasi. Bersama Membangun Kabupaten Jayapura.” (Rilis)