Kilaspapua, Sentani – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) terus memperkuat peran Bandara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, sebagai salah satu gerbang utama konektivitas udara dan distribusi logistik di Papua melalui pengembangan infrastruktur Bandar Udara Internasional Sentani.
Sebagai bentuk komitmen dari Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Republik Indonesia dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) dilakukan Pengembangan Bandara Sentani yang mencakup perluasan terminal, pembangunan fasilitas landside, serta pemenuhan fasilitas sisi udara. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan bandara, sekaligus mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Papua.
Humas bandara Internasional Sentani Jayapura, PT. Angkasapura Indonesia, Syahrial mengatakan, Saat ini, Bandara Internasional Sentani memiliki luas lahan sekitar 144 hektare dengan runway berukuran 3.000 meter x 45 meter. Dari sisi apron, bandara memiliki 38 parking stand, termasuk 8 parking stand untuk pesawat narrow body tipe 739 hingga A320. Hasil dari data pergerakan penumpang di tahun 2025 Bandara Sentani melayani sebanyak 1,7 juta pax/tahun dimana kapasitas bandara sentani hanya bisa melayani1,4 juta pax/tahun. Sebagai bentuk komitmen PT. Angkasa Pura Indonesia (Persero) melakukan perluasan terminal untuk melayani kapasitas penumpang sebanyak 2,9 juta/tahun dan semua biaya pengembangan Bandara Sentani telah dibebankan kepada PT. Angkasa Pura Indonesia (Persero) ,”ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Dalam rancangan pengembangan tersebut, kapasitas area parkir juga dioptimalkan dari sekitar 250 satuan ruang parkir (SRP) menjadi 450 SRP, sehingga diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih memadai bagi kendaraan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jasa bandara.
Pengembangan ini tidak semata-mata ditujukan untuk menghadirkan jenis pesawat tertentu, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapan infrastruktur Bandara Sentani dalam melayani pertumbuhan lalu lintas udara ke depan. Pengoperasian jenis dan frekuensi penerbangan pada akhirnya tetap mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesiapan maskapai, rute, serta aspek operasional dan keselamatan penerbangan.
Dari sisi trafik, Bandara Internasional Sentani juga menunjukkan aktivitas operasional yang positif. Hingga Agustus 2026, bandara mencatat 1.038.261 penumpang, 26.634 pergerakan pesawat, dan 63.958 ton kargo. Pergerakan pesawat tumbuh 3,11 persen, sementara kargo tumbuh 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut semakin memperkuat kebutuhan pengembangan Bandara Sentani sebagai infrastruktur strategis yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik, khususnya menuju berbagai wilayah di Papua.
Untuk proyek perluasan terminal dan pembangunan fasilitas landside, waktu pelaksanaan selama 300 hari kalender dengan pekerjaan yang telah memasuki tahap awal pelaksanaan.
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) berkomitmen memastikan seluruh proses pengembangan dilaksanakan secara terencana dengan tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, kelancaran operasional, kualitas pelayanan, serta kenyamanan pengguna jasa.
Dengan pengembangan tersebut, Bandara Internasional Sentani diharapkan semakin siap menjadi hub konektivitas dan logistik Papua, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat di wilayah Papua dan sekitarnya.(Rilis)



