FEKDI x IFSE 2026: Sinergi Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional

oleh -97 Dilihat
oleh
Pergelaran FEKDI x IFSE 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama OJK Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ASPI dan AFTECH.(Foto. Dok. BI )

Kilaspapua, Jakarta – Sinergi, inovasi, dan talenta digital menjadi kunci menjadikan transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Semangat tersebut diusung dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) di Jakarta International Convention Center (JICC) pada tanggal 24–26 September 2026, dengan tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”.

Gelaran ini dibuka oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Mendagri Tito Karnavian, Kamis (24/9/2026).

Gubernur Bank Indonesia menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, akselerasi transformasi digital perlu ditopang Sinergi Merah Putih, keamanan sistem pembayaran, dan pelindungan konsumen.

“Transformasi digital harus mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Destry. Menko

Perekonomian menambahkan, nilai ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, mendekati USD100 miliar pada tahun 2025, diproyeksikan mencapai USD180–340 miliar pada tahun 2030. Pada Agustus 2026, transaksi EKD nasional tumbuh sebesar 40,36% (yoy) menjadi 6,11 miliar transaksi, ditopang akseptasi QRIS yang telah menjangkau 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant.

Di sisi digitalisasi daerah, akseptasi QRIS di Papua dan DOB terus meluas. Total pengguna QRIS di Papua dan DOB pada triwulan II 2026 telah mencapai 240.441 pengguna, dengan jumlah pengguna baru sebanyak 19.022 pengguna atau tumbuh sebesar 10,77% (yoy). Nominal transaksi QRIS pada triwulan II 2026 mencapai Rp1.41 triliun atau tumbuh sebesar 12,34% (yoy).

Penguatan ekosistem digital daerah tersebut turut berkontribusi terhadap apresiasi TP2DD Provinsi Papua sebagai TP2DD Tingkat Provinsi Terbaik Kedua dan TP2DD Kota Jayapura sebagai TP2DD Tingkat Kota Terbaik Kedua Wilayah Nusampua. Selain itu, prestasi individu juga ditorehkan pada ajang Katalis P2DD x DIGDAYA 2026, yakni Ratna Abdul Kadir dari Provinsi Papua sebagai pemenang kategori Best Knowledge Sharing Wilayah Nusampua dan Takdir Hamzah dari Kabupaten Merauke sebagai Peserta Terbaik Wilayah Nusampua.

Rangkaian FEKDI x IFSE 2026 juga disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Inflasi IHK nasional Agustus 2026 tercatat 3,19% (yoy), tetap dalam kisaran sasaran 2,5±1%, seiring penguatan sinergi TPIP/TPID melalui GPIPS dan antisipasi risiko El Nino.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Prov. Papua) bersama TPID di Provinsi Papua dan Daerah Otonom Baru (DOB) terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K yakni : Keterjangkauan harga, Gerakan Pasar Murah (GPM) dilaksanakan secara rutin di berbagai kabupaten/kota. Ketersediaan pasokan diperkuat melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah sentra produksi, penguatan kapasitas dan produktivitas petani serta nelayan binaan serta sinergi dengan BMKG untuk mengantisipasi risiko cuaca. Kelancaran distribusi dijaga melalui koordinasi yang erat dengan aparat keamanan dan pemangku kepentingan terkait serta Fasilitasi

Distribusi Pangan (FDP) yang terus didorong, sementara komunikasi efektif terus digencarkan melalui edukasi belanja bijak kepada masyarakat, pelajar, dan mahasiswa.

Konsistensi sinergi tersebut berbuah prestasi tingkat nasional dimana TPID Provinsi Papua dinobatkan sebagai TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Tahun 2026 dan TPID Kota Jayapura meraih predikat TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Tahun 2026.

KPw BI Prov. Papua menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, pemerintah daerah di wilayah DOB, serta seluruh anggota TPID dan TP2DD. Dengan semangat Sinergi Merah Putih, KPw BI Prov. Papua bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan memperluas digitalisasi ekonomi hingga ke penjuru Papua demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(Rilis)