Yanni Dorong Atlet Pencak Silat Papua Perkuat Jati Diri dan Nasionalisme

oleh -141 Dilihat
oleh
Yanni saat berphoto dengan atlet pencak silat Papua  pada Jambore Nasional PPS-SMI 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur.

Kilaspapua, Jakarta – Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPS-SMI) Komda Papua, Yanni, membawa delapan personel tim Papua mengikuti Jambore Nasional PPS-SMI 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada 13–18 Oktober 2026.

Kontingen Papua terdiri atas Yanni sebagai official, dua pelatih, David Raweyai dan Eli Markonis Raweyai, wasit Yenny, serta empat atlet, yakni Karel Kamari Raweyai, Heppy Donhein Raweyai, Thomas Zakeus Marisan, dan Widya Sakti Raweyai.

Menjelang pertandingan, Yanni menekankan pentingnya disiplin, kekompakan, dan tanggung jawab setiap anggota tim dalam menjaga nama baik Papua. Ia meminta atlet mengikuti arahan pelatih dan mengingatkan pelatih agar mendampingi atlet serta berkoordinasi dengan official jika menghadapi kendala selama pertandingan.

“Disiplin harus menjadi sikap setiap pesilat. Jaga kekompakan, hormati lawan, patuhi arahan pelatih, dan bawa nama Papua dengan penuh tanggung jawab. Kita datang untuk bertanding sekaligus menunjukkan karakter dan jati diri sebagai orang Papua,” kata di Jakarta Yanni, Kamis (15/10/2026).

Pencak Silat, Nasionalisme, dan Persaudaraan

Yanni menilai pencak silat memiliki nilai penting dalam membentuk karakter sekaligus mempererat hubungan antardaerah. Melalui jambore, para pesilat dapat saling mengenal, menguji kemampuan, dan memperkuat persaudaraan di lingkungan perguruan.

“Perbedaan daerah tidak boleh memisahkan kita. Di gelanggang, kita bertanding dengan menjunjung sportivitas. Di luar gelanggang, kita tetap saudara. Itulah semangat nasionalisme yang harus tumbuh bersama kecintaan kita terhadap pencak silat,” ujarnya.

Menurut Yanni, jambore juga menjadi kesempatan bagi tim Papua untuk melakukan evaluasi dan menambah pengalaman bertanding. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi pembinaan atlet di daerah.

Pembukaan jambore pada Kamis (15/10/2026) dihadiri Ketua Umum PPS-SMI Edhy Prabowo dan 14 Komda SMI dg atlet dan pelatih berjumlah seribu seratus lebih dijadwalkan mengikuti semua tahapan.

Menurut Yanni, menjaga nama baik Papua harus tercermin dalam sikap setiap anggota tim, baik saat bertanding maupun ketika berinteraksi dengan peserta dari daerah lain.

“Disiplin, sportivitas, dan rasa persaudaraan menjadi bagian penting dari jati diri pesilat yang mereka bawa ke gelanggang nasional,” demikian Yanni.(Rilis)