Kilaspapua, Jayapura – Ketua DPD Partai Gerindra Papua Yanni meminta seluruh kader Gerindra menguasai secara detail kebijakan-kebijakan prioritas Presiden Prabowo Subianto. Penguasaan itu dinilai penting agar kader mampu menjelaskan kebijakan pemerintah kepada masyarakat secara utuh dan menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di daerah.
Pesan tersebut disampaikan Yanni dalam rapat koordinasi DPD Gerindra Papua bersama para Ketua DPC di Jayapura, Jumat (25/9/2026).
Yanni menegaskan, kader Gerindra harus menjadi corong bagi penguatan kebijakan Presiden Prabowo di daerah. Karena itu, kader tidak cukup hanya mengetahui nama atau bentuk program, tetapi harus memahami secara menyeluruh alasan dan tujuan di balik setiap kebijakan.
“Jangan hanya tahu programnya. Kader harus menguasai secara detail kebijakan prioritas Presiden Prabowo, sehingga ketika masyarakat bertanya, kader bisa menjelaskan dengan baik dan memberikan informasi yang benar,” ujar Yanni.
Menurut Yanni, kebijakan yang harus dipahami kader antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, penguatan ketahanan pangan dan energi, hilirisasi, pembangunan perumahan rakyat, serta penguatan ekonomi rakyat dan UMKM. Pemerintah menempatkan sektor-sektor tersebut dalam agenda prioritas pembangunan nasional.
Ia meminta pemahaman kader tidak berhenti pada aspek teknis. Kader harus mengetahui landasan filosofis, latar belakang historis, hingga aspek sosiologis dari setiap kebijakan.
“Harus tahu landasan filosofisnya, historisnya, aspek sosiologisnya. Dengan begitu, kader mampu menjelaskan kepada masyarakat secara baik dan mampu menjawab setiap ketidaktahuan masyarakat,” katanya.
Yanni menilai kemampuan menjelaskan kebijakan menjadi penting karena kader merupakan bagian dari struktur partai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ketika muncul pertanyaan, kekhawatiran, atau kesalahpahaman mengenai program pemerintah, kader harus mampu memberikan penjelasan berdasarkan informasi yang objektif.
“Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi yang tidak utuh. Kader harus berada di depan untuk memberikan edukasi dan informasi yang objektif,” ujarnya.
Hadir di Tengah Rakyat
Yanni juga mengingatkan kader agar tidak memandang kehadiran partai hanya dalam momentum pemilu. Menurutnya, Gerindra harus terus hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi dan memahami persoalan yang dihadapi rakyat.
“Partai harus hadir dan lahir dari rakyat. Karena itu kita harus selalu bersama rakyat dan berada di depan dalam menyerap aspirasi mereka. Menjadi kader partai berarti siap day to day bersama rakyat,” katanya.
Ia menekankan bahwa partai politik pada hakekatnya memperoleh mandat dari rakyat. Karena itu, loyalitas kepada partai tidak boleh dipisahkan dari tanggung jawab kepada masyarakat.
“Kita lahir dari rakyat. Karena itu jangan pernah merasa lebih tinggi dari rakyat. Dengarkan mereka, pahami persoalannya, dan perjuangkan apa yang memang menjadi kepentingan mereka,” ujar Yanni.
Menurut Yanni, kader juga harus mampu membedakan antara kritik yang membangun, persoalan yang memang harus diperbaiki, dan informasi yang tidak benar. Sikap tersebut diperlukan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kebijakan pemerintah.
“Jangan semua persoalan dibawa menjadi pertentangan. Kita harus bisa melihat dengan jernih. Mana yang harus dijelaskan, mana yang harus diperjuangkan, dan mana yang harus disampaikan kepada pemerintah untuk diperbaiki,” katanya.
Rapat itu merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi DPP Partai Gerindra yang diikuti seluruh Ketua DPD se-Indonesia sehari sebelumnya di Jakarta.
Hasil pembahasan di tingkat DPP kemudian diteruskan Yanni kepada jajaran DPC untuk selanjutnya didistribusikan ke struktur partai hingga tingkat PAC dan ranting.(Rilis)



