Kilaspapua, Sentani – SMKS YPKP TIK Sentani membuka kelas industri perhotelan. Hal itu sejalan dengan penandatangan perjanjian kerjasama,(PKS) antara SMKS YPKP TIK Sentani oleh Dr. Muhaimin, S.Pd.I., S.A.P., M.M dengan hotel Suni Sentani oleh GM, Akhmad Khoiron tentang pengembangan kelas industri perhotelan dan penguatan link and match sekolah – hotel diaula SMKS TIK Sentani. Disaksikan langsung kepala dinas Pendidikan kabupaten Jayapura, Amelia Ondikeleuw , S.Pd , ketua Yayasan YPKP TIK Sentani, Drs. Supriadi dan pihak guru, Rabu (21/10/2026).
Kepala SMKS TIK Sentani, Dr. Muhaimin, S.Pd.I., S.A.P., M.M mengatakan, MoU ini merupakan salah satu cara sekolah melihat peluang pasar dalam arti industri.
Muhaimin mengungkapkan, Sentani merupakan daerah produktif dekat bandara transit ke sejumlah daerah. Makanya di Sentani keberadaan hotel juga banyak sehingga peluang tenaga kerja kompeten dan professional sangat singnifikan.
“ Kami membaca peluang itu kemudian berdiskusi dengan pihak hotel Suni Sentani setelah membuka kelas industri perhotelan ,” ungkapnya.
SMKS memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan memasuki dunia kerja maupun berwirausaha. Semangat ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia, serta Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, yang menekankan peningkatan mutu, relevansi, dan penyelarasan dengan kebutuhan pasar kerja.
Karena itu, kami memandang bahwa pelaksanaan kebijakan pendidikan vokasi tidak cukup berhenti pada pemenuhan dokumen kurikulum. Sekolah harus mampu membaca perkembangan ekonomi di sekitarnya, memetakan peluang pasar tenaga kerja, membangun kemitraan dengan industri, lalu menerjemahkannya menjadi pengalaman belajar yang relevan bagi peserta didik.
Sentani memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang transportasi udara melalui Bandara Sentani dan tempat persinggahan bagi pelaku perjalanan menuju berbagai wilayah lain di Papua. Aktivitas pemerintahan, perjalanan dinas, bisnis, layanan transportasi, serta mobilitas pengunjung ikut menghadirkan kebutuhan akomodasi dan pelayanan. Kehadiran berbagai hotel dan usaha jasa penunjang perjalanan di kawasan Sentani merupakan peluang yang perlu dibaca secara cermat oleh satuan pendidikan kejuruan.
SMKS YPKP TIK Sentani Bangun Kemitraan
Kami melihat di balik berkembangnya aktivitas tersebut terdapat kebutuhan potensial terhadap sumber daya manusia yang menguasai layanan perhotelan: penerimaan tamu, tata graha, makanan dan minuman, dasar pengolahan makanan, administrasi layanan, komunikasi, dan etika hospitality.
Peluang ini tidak boleh hanya dinikmati oleh tenaga kerja dari luar daerah. Anak-anak Papua, khususnya putra-putri Kabupaten Jayapura, perlu diberi kesempatan lebih besar untuk memperoleh
kompetensi yang dibutuhkan agar mampu bersaing dan berpartisipasi dalam pasar kerja lokal. Atas dasar pembacaan peluang itulah SMKS YPKP TIK Sentani mengambil langkah pengembangan Kelas Industri Perhotelan melalui kemitraan dengan Hotel Suni Sentani. Langkah ini merupakan penguatan pembelajaran berbasis industri yang tetap diselaraskan dengan kurikulum dan ketentuan pendidikan yang berlaku, bukan klaim bahwa kerja sama ini dengan sendirinya membuka program keahlian baru atau menjamin penerimaan kerja lulusan.

Sebagai SMK Pusat Keunggulan yang telah mengembangkan pengalaman kemitraan kelas industri, termasuk BCA Cash Management Academy dan Axioo Class Program, kami memahami bahwa kemajuan pendidikan kejuruan memerlukan keterlibatan langsung dunia kerja. Oleh karena itu, kemitraan dengan Hotel Suni Sentani kami rancang sebagai proses pembelajaran bersama, bukan sekadar penandatanganan dokumen seremonial.
Berdasarkan ruang lingkup PKS, kolaborasi akan diarahkan pada penyelarasan kurikulum dan standar kompetensi, keterlibatan praktisi hotel sebagai guru tamu, praktik sesuai standar hotel, observasi dan magang guru, PKL atau job shadowing peserta didik, asesmen berbasis kinerja, serta penyusunan portofolio yang dapat menggambarkan capaian kompetensi peserta didik. Sekolah juga akan memperkuat fungsi Bursa Kerja Khusus dan informasi peluang rekrutmen sesuai kebutuhan dan prosedur industri.
Kami berharap kemitraan ini dapat membentuk lulusan yang tidak hanya memegang ijazah, tetapi memiliki keterampilan yang dapat ditunjukkan, etos kerja yang baik, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi. Prinsipnya jelas: sekolah perlu mendekatkan kompetensi lulusan kepada kebutuhan industri, sehingga peluang penyerapan tenaga kerja lokal semakin terbuka melalui proses seleksi yang objektif.
Kepada para guru dan seluruh pengelola program, saya menegaskan pentingnya komitmen tindak lanjut. Penyelarasan kurikulum harus masuk ke perangkat pembelajaran, pengalaman industri harus menjadi bagian dari peningkatan kompetensi, dan setiap kegiatan perlu dimonitor serta dievaluasi.
Keselamatan, perlindungan peserta didik, dan penghormatan terhadap standar operasional hotel harus menjadi prioritas.
Hotel Suni Sentani Apresiasi SMKS YPKP TIK Sentani
Sementara, General Manager,(GM) Hotel Suni Sentani, Akhmad Khoiron mengatakan, Hotel Suni Sentani mengapresiasi SMKS YPKP TIK Sentani atas inisiatif untuk membangun Kelas Industri Perhotelan yang menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan realitas dunia kerja.
Industri perhotelan pada hakikatnya merupakan industri pelayanan. Kualitasnya bukan hanya ditentukan oleh bangunan dan fasilitas, tetapi terutama oleh manusia yang mengelolanya: kemampuan berkomunikasi, keramahan, disiplin, ketepatan layanan, integritas, dan kepedulian terhadap pengalaman tamu. Karena itulah, pengembangan tenaga kerja yang profesional menjadi kebutuhan penting bagi keberlanjutan industri hospitality.
Melalui kemitraan ini, Hotel Suni Sentani ingin mengambil peran sebagai mitra pembelajaran. Kami membuka ruang kolaborasi sesuai kapasitas operasional hotel, antara lain pemberian masukan terhadap kompetensi dan standar operasional, keterlibatan praktisi sebagai guru tamu atau mentor, praktik dan observasi industri, serta pendampingan kegiatan PKL dan peningkatan kompetensi guru.
Kami juga ingin memperkenalkan budaya kerja nyata, termasuk standar Front Office, Housekeeping, Food and Beverage Service, Kitchen Basic, serta kemampuan digital hospitality dan pelayanan pelanggan. Pembelajaran ini bukan sekadar keterampilan teknis; peserta didik perlu memahami keselamatan, etika profesi, perlindungan privasi tamu, dan kerja sama lintas bagian.
Dari perspektif industri, kerja sama dengan sekolah memberi kesempatan untuk turut menyiapkan calon tenaga kerja sejak dini. Portofolio, pengalaman praktik, dan umpan balik mentor dapat menjadi bekal yang berharga bagi peserta didik ketika kelak mengikuti proses seleksi kerja sesuai kebutuhan dan ketentuan industri. Kerja sama ini tentu bukan jaminan penempatan kerja, melainkan jalan untuk meningkatkan kesiapan dan daya saing mereka.
Kami berharap dokumen kerja sama ini diterjemahkan menjadi agenda yang nyata, terukur, aman bagi peserta didik, dan dievaluasi bersama. Dengan demikian, setiap pihak dapat saling belajar dan memperbaiki mutu pelaksanaan program ,” ujarnya.
Kepala dinas Pendidikan kabupaten Jayapura, Amelia Ondikeleuw , S.Pd mendukung MoU tersebut apalagi telah dibuka kelas industri perhotelan. Tentunya ini anak-anak bisa langsung belajar dari pihak professional.
“ Anak-anak akan mendapatkan keterampilan dari apa yang dipelajari diawasi para guru kemudian bisa langsung PKL ,” ucapnya.
Harapannya sewaktu anak-anak praktek sudah ada industri yang meliriknya sehingga setelah tamat bisa langsung bekerja sehingga terserap di dunia kerja ,” harapnya.(Redaksi)




