Kilaspapua, Sentani – Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II, DR. Nurjaeni,S.Si.,MSR menyebutkan, Satuan pelayanan pemenuhan gizi,(SPPG) yang tak layak dilakukan penutupan.
“ Kita sudah dengar dari Badan Gizi Nasional,(BGN), sudah menutup 4 SPPG secara permanen. Hal itu diketahui dari hasil audit yang diperoleh, memang betul – betul tidak layak ,” sebutnya kepada wartawan usai meresmikan SPPG kampung harapan, Kabupaten Jayapura Papua, Yayasan harapan Papua Apmili Inamendek, Jumat (2/10/2026).
Ia menegaskan, sudah ditutup secara permanen sedangkan untuk SPPG lain seperti, kejadian menonjol atau kejadian fatal, itu ditutup sementara sampai dilakukan perbaikan-perbaikan dan dinyatakan layak kembali oleh dinas kesehatan.
“ Termasuk salah satunya SPPG di Depapre yang ditutup secara permanen ,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, penutupan permanen itu juga telah tertuang didalam perjanjian kerjasama,(PKS) tentang SPPG tidak layak maka ditutup permanen.
“ Itu konsekuensi. Makanya jangan membangun dapur asal-asalan dalam arti, membangun dapur harus sesuai persyaratan yang ditetapkan dinas kesehatan ,” ungkapnya.(Redaksi)



