Yanni Ungkap Rencana Presiden Prabowo Resmikan RSUP Jayapura Awal Oktober

oleh -96 Dilihat
oleh

Kilaspapua, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto direncanakan berkunjung ke Papua untuk meresmikan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura. Rencana tersebut diungkapkan Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Yanni setelah bertemu Presiden di Jakarta, Minggu (20/9/2026) malam.

Menurut Yanni, Presiden telah mengarahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi agar agenda kunjungan dan peresmian RSUP Jayapura disiapkan dalam sekitar dua pekan atau awal Oktober 2026.

“Presiden menyampaikan akan ke Papua untuk meresmikan rumah sakit. Beliau juga mengarahkan Pak Mensesneg agar diagendakan sekitar dua minggu atau awal Oktober,” ujar Yanni kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Menurut Yanni, rencana kunjungan tersebut menunjukkan perhatian Presiden terhadap pelayanan kesehatan masyarakat Papua. RSUP Jayapura memiliki posisi strategis sebagai pusat rujukan layanan kesehatan di kawasan Timur Indonesia.

Keberadaan rumah sakit itu juga diharapkan mengurangi kebutuhan pasien Papua untuk berobat ke luar daerah. RSUP Jayapura memiliki layanan untuk penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.

Yanni menilai keberadaan fasilitas kesehatan tersebut harus diikuti pemerataan layanan hingga daerah-daerah yang jauh dari pusat kota.

“RSUP ini bukan hanya untuk Kota Jayapura. Harapannya, masyarakat dari seluruh Tanah Papua, termasuk daerah terpencil, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Yanni.

Jejak Yanni Dorong Penguatan Kesehatan Papua

Perhatian Yanni terhadap kesehatan masyarakat Papua terlihat dari sejumlah agenda yang dilakukannya sepanjang 2026.

Pada April lalu, Yanni meninjau RSUP Jayapura bersama Wakil Menteri Kesehatan. Saat itu, ia menyebut RSUP Jayapura sebagai rujukan utama layanan kesehatan untuk kawasan Timur Indonesia hingga Pasifik Barat.

Yanni juga menyoroti fasilitas modern, peralatan medis, dan kemampuan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut. Menurut dia, keberadaan RSUP dapat mengurangi beban pasien yang selama ini harus menjalani pengobatan ke luar daerah.

Pada Juni 2026, Yanni yang juga menjabat Ketua DPD Gerindra Papua mendorong terobosan dalam penanganan HIV/AIDS, TBC, malaria, dan kusta di Papua.

Dalam diskusi bersama dokter, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan pegiat kesehatan, ia menyoroti persoalan akses pemeriksaan, deteksi dini, serta stigma terhadap penderita.

Menurut Yanni, pembangunan kesehatan Papua harus menjawab kebutuhan masyarakat dari hulu hingga layanan medis. Fasilitas kesehatan perlu diperkuat, sementara persoalan deteksi dini, pencegahan, dan akses pengobatan harus mendapat perhatian.

“Pelayanan kesehatan harus semakin merata dan dapat dirasakan hingga ke kampung kampung terpencil di Papua,” ujar Yanni.(Rilis)