Dari Halal Bi Halal, Ada 3.000 Warga Sunda Terdaftar di Paguyuban Pasundan 1913 di Tanah Papua  

oleh -49 views
Walikota didampingi wakil walikota Jayapura, koordinator wilayah 5 Provinsi serta sejumlah paguyuban berphoto bersama disela-sela halal bi halal paguyuban pasundan 1913 ditanah Papua.

Kilaspapua, Jayapura – Keluarga besar paguyuban Pasundan 1913 ditanah Papua menggelar kegiatan halal bi halal . Dihadiri, Walikota Jayapura, Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru dan sejumlah paguyuban lainnya di Oka beach, pantai Hamadi, Sabtu (11/4/2026).

Koordinator wilayah 5 Provinsi meliputi, Papua Barat, Papua Selatan,  Papua Tengah, Papua dan Papua Pegunungan, Dr. H. Entis Sutisna, S.E., M.Ak., kepada wartawan mengatakan,  acara halal bi halal ini lengkap dihadiri keluarga besar Pasundan seperti di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Sarmi dan Keerom. Harapannya, acara yang mengedepankan religius  atau keakraban bernuasa silaturahmi akan selalu dilaksanakan ,” kata Entis.

Maka itu, Entis berharap kepada warga Jawa Barat ditanah Papua khusus di Kota dan Kabupaten Jayapura, agar bisa berkolaborasi dengan warga lain atau suku lain termasuk aktif menyongsong maupun melaksanakan berbagai program dari pemerintah daerah baik untuk tingkat satu dan dua.

“ Yakin dan percaya warga sunda di tanah Papua mampu bahkan selalu beradaptasi dimana lingkungan berada ,” harap Entis.

Ada 3.000 Warga Sunda di tanah Papua

Entis mengungkapkan, saat ini warga sunda yang terdaftar di Paguyuban Pasundan Tanah Papua berjumlah 3.000 orang.

Kebetulan tanggal 25 April 2026 pengurus besar paguyuban Pasundan akan mengukuhkan struktur baru di Nabire. Acara ini akan dikemas pelantikan secara besar-besaran untuk 5 Provinsi yakni, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

“ Saya saat ini tidak lagi menjabat sebagai ketua Pasundan Provinsi Papua tetapi diberikan amanah menghimpun 5 Provinsi. Harapan dengan itu, bisa membantu program-program yang akan kita lakukan ditanah Papua untuk lebih meningkatkan persaudaraan dan silaturahmi maupun mendukung pembangunan dimana warga jawa barat berada ,” ucap Entis.

Sementara, Walikota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H Mengajak warga Pasundan di Kota Jayapura bekerja sama dengan bergandengan tangan untuk menjaga kota ini khususnya tanah Papua.

“ Kita boleh berbeda dari segala suku, ras, agama dan sebagainya tetapi perbedaan itu adalah suatu yang harus dipersatukan menjadi satu kekuatan kita bersama ,” ajak Walikota.

Menurut Walikota bahwa, ini penting dilakukan supaya ketika ada masalah cepat diatasi terlebih persoalan di kerukunan bersangkutan.

“ Tentunya, ketua kerukunan yang akan bertanggungjawab menyelesaikan persoalan tersebut,” ujarnya. (Redaksi)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *