Lewat Pelatihan TOT PLA Malaria, Dinkes Kabupaten Jayapura Latih Tokoh Kunci Fasilitator Kader Malaria di Setiap Kampung

oleh -41 views
Wabup Jayapura saat membuka kegiatan pelatihan  TOT PLA Malaria disalah satu hotel di Sentani.

Kilaspapua, Sentani – Dinas kesehatan,(Dinkes) Kabupaten Jayapura bersama pihak terkait berupaya mencegah percepatan laju malaria di Kabupaten Jayapura. Hal itu dilatar belakangi karena Kabupaten Jayapura merupakan wilayah kontributor malaria ke-2 setelah Mimika di Provinsi Papua. Pada tahun 2025 Kabupaten Jayapura memiliki kasus 71.545 sehingga diperoleh angka API sebesar 409,18 per 1000 penduduk dan positivity rate sebesar 13,79 %.

Wakil bupati,(Wabup) Jayapura, Haris Richard Yocku kepada wartawan mengatakan, sesuai dengan itu, Dinkes ditargetkan melakukan pemeriksaan malaria 1 juta dalam dan itu dilakukan dari tahun 2025 hingga 2030.

“ Maka itu lewat kegiatan TOT PLA Malaria ini peserta mendapatkan fasilitator yang baik supaya juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin meningkatkan rasa sadar menjaga lingkungan tetap bersih dan sama-sama untuk menghentikan laju percepatan intik malaria sekecil mungkin ,” katanya usai membuka Training of Trainer,(TOT) Participatory Learning and Action (PLA) untuk percepatan eliminasi malaria disalah satu hotel di Sentani, Senin (18/5/2026).

Wabup juga menyinggung, penyakit malaria termasuk salah satu pembunuh orang Papua ditanah Papua.  Jadi, bukan HIV/AIDS, jantung koroner serta penyakit berbahaya lain saja dan untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten Jayapura mengumpulkan semua stakeholder dari distrik, puskesmas hingga kader malaria dihadirkan mengikuti kegiatan TOT PLA malaria supaya bisa mendengar fasilitator mengenai edukasi dan setelah selesai itu kembali ke tempat masing-masing kemudian menjelaskan kepada masyarakat sehingga angka malaria bisa ditekan di Kabupaten Jayapura ,” ungkapnya.

Sementara, Kabid pencegahan dan  pengendalian penyakit Dinkes Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu menjelaskan, peserta terdiri dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan hingga OPD non kesehatan serta TNI/Polri.

“ Mereka dilatih sebagai tokoh kunci. Mengingat selama ini yang bekerja dari kader dan puskesmas, harapannya, lewat kegiatan ini, ada tokoh kunci disetiap kampung untuk memfasilitasi kegiatan di masyarakat ,” jelasnya.

Lilian menyebutkan, jika kader malaria sendiri jalan pasti ada penolakan. Oleh sebab itu, kami mengundang peserta untuk bekerjasama, bukan hanya dari kesehatan dan kader tetapi keterlibatan semua lintas sektor bagaimana kita sama-sama memerangi malaria di Kabupaten Jayapura.

“ Kita ditargetkan dari Kemenkes 1 juta pemeriksaan dan itu berlaku dari tahun 2025 hingga tahun 2030. 1 juta pemeriksaan akan dilakukan secara massif terhadap seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura. Maka itu dalam mencapai pemeriksaan tersebut, kader malaria dan puskesmas akan selalu hadir ditengah-tengah kegiatan yang melibatkan orang banyak untuk melakukan pemeriksaan secara masif ,” sebutnya.

Lebih jauh dijelaskan, Lilian bahwa, pemeriksaan secara masif dilakukan dengan menggunakan strategi TOKEN, ( Temukan kasus sebanyak mungkin, pemeriksaan sebanyak mungkin dan langsung diobati disingkat, Temukan, Obati dan Kendalikan). Harapannya juga masyarakat ikut berperan serta membantu pengendalian malaria di Kabupaten Jayapura dengan cara, membersihkan halaman rumah dan lainnya ,” jelasnya.(Redaksi)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *