Kilaspapua, Sentani – Berdasarkan data yang diperoleh dari dinas kesehatan,(Dinkes) Kabupaten Jayapura kasus HIV ( Human Immunodeficienty Virus ) dan AIDS ( Acquired Immunodefiency Syndrome ) tahun 2025 diperoleh. Untuk kasus baru HIV berjumlah 516 sedangkan AIDS berjumlah 224 sehingga total keseluruhan berjumlah 740 kasus HIV/ AIDS.
Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit di dinas kesehatan,(Dinkes) Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu kepada wartawan mengatakan, secara komulatif dari tahun 1992 hingga 2025 total kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura, HIV sebanyak 3.230 kasus kemudian AIDS berjumlah 3.018 kasus sehingga bila ditotal berjumlah 6. 248 kasus.
“ Tetapi terbaru ditahun 2025 berjumlah 740 kasus dan itu didominasi usia produktif paling banyak usia antara 20 – 29 tahun dengan jumlah kasus HIV sebanyak 338 kasus secara presentasi 45,7 % ,” katanya, Senin (13/4/2026).
Selain itu, sambung dia, usia 30 – 39 tahun berjumlah 170 kasus setelah itu usia 40- 49. Dari kelompok umur bisa dilihat didominasi usia produktif.
“ Faktor resiko tertinggi penyebabnya heteroseksual atau berganti-ganti pasangan dengan jumlah kasus 713 kasus. Jadi, dari 740 kasus HIV/AIDS factor resiko terbesar terjadi dikarenakan heteroseksual dengan persentase 96,4 % ,” ujarnya.
Untuk kasus terbanyak, Ia menyebutkan, berada di distrik Sentani dengan jumlah 376 kasus HIV/AIDS dengan persentase 50 % sedangkan jenis kelamin masih didominasi perempuan berjumlah 435 kasus dengan persentase 58 %.
“ Ini bukan semata-mata bukan perempuan yang banyak mengidam HIV tetapi perempuan yang paling banyak mengakses 22 layanan kesehatan di Kabupaten Jayapura, setiap layanan di puskesmas perempuan yang berani memeriksakan diri ,” sebutnya.(Redaksi)



