Simulasi Penanganan Pasien Gawat Darurat Jadi Penutup Pelatihan BTCLS Yang Digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Selama 5 Hari  

oleh -66 views
Para perawat saat mensimulasikan penanganan pasien kecelakaan gawat darurat.

Kilaspapua, Sentani – Sejumlah perawat mensimulasikan penanganan pasien gawat darurat seperti kecelakaan lalu lintas dan penyakit jantung.  Simulasi tersebut disaksikan 35 perawat dari 22 puskesmas, rumah sakit RSUD Yowari dan Resimen Center atau PSC pada penutupan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Suport,(BTCLS) yang telah digelar selama 5 hari oleh dinas kesehatan Kabupaten Jayapura diaula , Sabtu ( 11/4/2026).

Contoh simulasi tersebut, ketika pasien kecelakaan lalu lintas bernama, Metsen ditangani perawat di puskesmas dengan perlengkapan medis. Para perawat berupaya memberikan penanganan medis secara baik dalam memberikan pertolongan kepada pasien.

Kepala seksi pelayanan kesehatan primer dinas kesehatan Kabupaten Jayapura, Yakoba Bagre kepada media ini mengatakan, pelatihan ini ditujukan kepada perawat dalam menangani pasien gawat darurat terutama kecelakaan dan penyakit jantung baik di puskesmas maupun di rumah sakit.

“ Jadi, ada yang ditangani di puskesmas kemudian dirujuk hingga ditangani kembali oleh perawat dirumah sakit ,” katanya.

Ia mengungkapkan, pelatihan ini yang kedua kalinya. Tahun 2025 telah dilakukan hal serupa dan itu diikuti perawat berjumlah 35 orang.

“ Harapan kepada perawat yang bertugas di unit gawat darurat diminta supaya  bisa menangani pasien secepat mungkin seperti, pasien kecelakaan dan gawat darurat bisa ditangani dengan cepat tanpa menimbulkan efek samping dari kecelakaan yang dialami ,” ungkapnya.

Perawat didampingi Kepala seksi pelayanan kesehatan primer dinas kesehatan Kabupaten Jayapura serta ketua DPW PPNI Papua berphoto bersama di penutupan pelatihan BTCLS.

Sementara, Ketua Dewan pengurus wilayah,(DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia,(PPNI) Provinsi Papua, Jems Kifen Roger Maay  mengatakan, materi pelatihan selama 5 hari kepada perawat difokuskan pada penanganan ke gawat daruratan jantung dan pernapasan terutama pasien emergency (darurat).

“ Selain materi disertai simulasi penanganan pasien kecelakaan. Bagaimana perawat menangani dengan baik sebagai tenaga kesehatan terhadap pasien emergency ,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dinas kesehatan Kabupaten Jayapura yang telah menggelar program pelatihan BTCLS selama 5 hari sebab dengan pelatihan ini akan membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pasien gawat darurat atau pasien rujukan.

“ Tinggal bagaimana penanganan pasien gawat darurat di unit gawat darurat yang diyakini mampu ditangani para dokter dan perawat di rumah sakit masing-masing kecuali overload (kelebihan) pasien terkadang itu yang sulit dilakukan sebab semua butuh pertolongan secepatnya ,” ujarnya. (Redaksi)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *