Reskrimsus Polda Papua selidiki dugaan korupsi Pembangunan RSUD Rodo Fabo di Kabupaten Waropen

oleh -1,946 views
oleh
Kapolres Waropen AKBP Naharuddin, S.Sos saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya.(Foto. Rich)

Kilaspapua, Waropen – Satuan Reserse kriminal khusus (Reskrimsus) Polda Papua melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rodo Fabo di Kabupaten Waropen. Penyelidikan dilakukan dengan turun langsung ke Waropen.

Kapolres Waropen AKBP Naharuddin, S.Sos mengatakan bahwa, kehadiran tim Polda Papua merupakan tindak lanjut atas laporan dugaan korupsi yang diterima Polda Papua.

“Saat ini ada tim dari Reskrimsus Polda Papua sebanyak 9 melakukan penyelidikan di Kabupaten Waropen berdasarkan laporan yang di terima Polda Papua, diduga adanya dugaan korupsi pada tahun 2015, 2016 dan 2017 terkait pembangunan rumah sakit RS Waropen,” kata Kapolres Waropen AKBP Naharuddin saat dimintai keterangan diruang kerjanya, Kamis (15/9/2022).

Naharuddin menuturkan, tim yang dipimpin AKBP Dopi Bustami itu mendalami dugaan korupsi proses pembangunan gedung rumah sakit Rodo Fabo yang saat ini bangunannya sudah tidak bisa dipergunakan akibat kerusakan bangunan. Beberapa saksi pun dilakukan pemeriksaan di Mapolres Waropen.

“Mudah- mudahan apa yang mereka lakukan ini bisa membuat terang semuanya hasil penyelidikan, apa dugaan itu terbukti atau tidak nanti kita tunggu aja hasilnya,” ungkap Kapolres Naharuddin.

Lanjut Kapolres Naharuddin menjelaskan, laporan terkait dugaan kasus korupsi tersebut tidak melalui Polres Waropen, namun, laporannya langsung diterima oleh Polda Papua, oleh karena itu penanganan kasus ini akan dilakukan Reserse kriminal khusus Polda Papua.

“Pelaporannya kan bukan lewat Polres tetapi Polda yang langsung menerima data itu, tentu ada laporan yang masuk sehingga di tindak lanjuti,” ucapnya.

Untuk diketahui, Rumah Sakit Rodo Fabo Waropen mulai dibangun sejak tahun 2015 dan diresmikan tahun 2018. Namun sejak di resmikan belum beroperasi secara optimal, dan dibeberapa bulan terakhir sudah tidak beroperasi lagi karena bangunannya mengalami kerusakan. (Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *