Soal Pemalangan Sumber Air RSUD Yowari, Ini Kata Bupati Jayapura Dan Direktur RSUD Yowari  

oleh -1,166 views
Bupati Jayapura, Yunus Wonda dan Direktur RSUD Yowari, drg Maryen Braweri, M. Kes

Kilaspapua, Sentani – Bupati Jayapura, Yunus Wonda merespon pemalangan sumber air RSUD Yowari yang terjadi selasa kemarin.

Menurut Bupati bahwa, soal air kalau itu menyangkut rumah sakit diminta agar tidak dipalang.

“ Bicara dengan pemerintah pasti ada solusi. Kalau sudah dipalang itu sudah kategori pelanggaran HAM sehingga itu tak boleh sebab itu merupakan pelayanan publik apalagi rumah sakit. Kini persoalan itu tengah ditangani pemerintah bersama aparat kepolisian guna mencari solusi ,” ucap Bupati usai melaunching 4 program inovatif kesehatan diperingatan HKN ke-61,  Rabu (12/11/2025).

Bupati Yunus mengungkapkan, dia selalu menyatakan yang namanya pendidikan, puskesmas bahkan rumah sakit, itu jangan pernah dipalang sebab itu kepentingan publik dan kepentingan banyak orang.

“  Kalau  semua palang, bagaimana kita bisa kasi maju Kabupaten ini. Disini juga masyarakat diminta berpikir proaktif terkait hal-hal yang menyangkut kepentingan banyak orang ,” ungkapnya.

Bupati menyebutkan, bayangkan jika kita palang air akan banyak orang korban. Dan mengenai permintaan pembayaran, pemerintah akan membayar tetapi ada persyaratan pembayarannya yang harus dilengkapi.

“ Tak bisa dipalang langsung dibayar. Tidak ada model seperti itu, pemerintah melakukan pembayaran juga ada aturan sesuai standarnya sehingga Bupati mengajak masyarakat bersama-sama membangun Kabupaten Jayapura kedepan ,” sebutnya.

Sementara, Direktur RSUD Yowari, drg Maryen Braweri, M. Kes mengatakan, sebelum pemalangan terjadi pihak rumah sakit telah melakukan gerak cepat,(Gercep) dimana tanggal 3 November 2025 mereka bersurat kemudian ditindak lanjuti rapat yang dipimpin oleh plt sekda.

“ Dari rapat itu, kami bertemu tokoh adat hari kamis lalu dan mereka menuntun pembayaran ganti rugi air RSUD Yowari mulai tahun 2000 hingga 2025 dengan sebulan Rp 20 juta. Menyikapi itu, diminta toleransi waktu sebab jika air dipalang maka semua pelayanan kesehatan di RSUD Yowari akan terhambat ,” katanya.

Solusinya Bikin Sumur Bor

Direktur RSUD Yowari  menyebutkan, solusi dari pemalangan itu Bupati minta agar dibuat sumur bor di Rumah sakit.

“ Wakil bupati tadi pagi pukul 08.00 wit telah tiba dirumah sakit untuk menentukan titik sumur bor yang akan dibuat ,” sebutnya.

Rumah sakit pernah memiliki sumur bor namun ada masalah dibagian mesin pompanya yakni, mesin celup.

“ Pukul 11.00 wit mesin celup sudah tiba dan sekarang masih menunggu pergantian mesin celup tersebut dengan tenggang waktu paling lama 1 minggu tetapi paling singkat 2 – 3 hari ,” ujarnya.

Direktur RSUD Yowari  tak lupa menyampaikan terima kasih kepada BNPB atas bantuan air setelah pemalangan terjadi. “  Kemarin sore BNPB  sudah drop air 3.000 liter sedangkan sekarang 6.000 liter ,” ucapnya.(Redaksi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *