BI Pusat Pilih Jayapura Kick Off SERUNAI Nasional, Pelaksanannya Tanggal 8 Desember 2025

oleh -665 views
Flyer Serunai, ( Semarak Rupiah di Hari Natal  Penuh Damai ) oleh Bank Indonesia

Kilaspapua, Jayapura – Jelang perayaan natal tahun 2025, Kantor perwakilan BI Papua akan menggelar event SERUNAI,(Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai ).

Plh kepala kantor BI Papua, David Sipahutar pada bincang-bincang media disalah satu kafe di Jayapura menyatakan, untuk pelaksanannya dimulai tanggal 8 hingga 23 desember 2025.

“ Jayapura dipilih sebagai lokasi Kick off Serunai nasional artinya, BI Pusat memilih Jayapura  sebagai penyelengaraan event nasional ini  ,” katanya, Jumat (5/12/2025).

David yang juga menjabat Deputi kepala perwakilan BI Papua mengungkapkan, Kick Off langsung dilakukan oleh Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri,(MDF) dihalaman kantor Gubernur Papua hari senin tanggal 8 desember 2025 pukul 10.00 – 12.00 wit.

“ Kick off itu juga menandakan dibukanya pelayanan kas keliling penukaran uang setiap hari. Dalam hal ini BI menggandeng pihak Bank melakukan penukaran uang menggunakan armada kendaran yang dimiliki ,” ungkapnya.

Dipusatkan di 7 gereja dan 5 mitra  

Penukaran uang  keliling oleh Bank ditempatkan di 7 gereja dengan jumlah jemaat besar meliputi, gereja GKI Sion dok 8 Jayapura Utara, gereja GKI Pengharapan Jayapura Utara, gereja GKI Imanuel Hamadi Jayapura Selatan, gereja gembala baik Abepura, gereja GKII pengharapan Sentani dan kantor sinode GKI  ditanah Papua sementara 5 mitra strategis seperti, kantor gubernur, polda, Pelindo, kodaeral X dan kantor angkasapura bandara Sentani

Selain penukaran uang, sambung David, BI Papua juga akan mengedukasi dengan kegiatan Cinta Bangga Paham,(CBP) Rupiah.

“ Jadi setiap ada layanan penukaran uang didalamnya kami juga akan mengedukasi masyarakat dengan CBP Rupiah. Harapannya supaya masyarakat Papua selalu bertransaksi dengan mata uang rupiah ,” ujarnya.

David mengungkapkan, Serunai yang digelar ini mengusung 3 pilar yakni,memastikan uang rupiah tersedia dalam jumlah nominal yang cukup,  termasuk pecahannya sesuai dan tersedia tepat waktu sehingga kapanpun masyarakat membutuhkan tersedia.

Kemudian, layanan rupiah dengan target utama masyarakat dan melakukan penukaran uang digereja dan mitra-mitra Bank Indonesia.

“  Penekanan dimaksud, belanja bijak artinya, membelanjakan secara bijak sesuai dengan kebutuhan, tidak berlebihan sehingga tidak mendorong inflasi ,” ucapnya.(Redaksi)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *