Tewaskan 5 Orang, Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Juga Sebabkan 3 Belum Ditemukan Hingga 6 Unit Rumah Rusak Berat

oleh -132 views
Detik-detik ledakan bom perang dunia II di Biak dan menyebabkan  sedikitnya 6 unit rumah rusak berat.(Foto. Humas Polda Papua)  

Kilaspapua, Jayapura – Lima orang meninggal dunia akibat ledakan yang diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/05/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Adapun kelimanya masing-masing bernama, Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba ( 24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7) dan Isril Raubaba (5)

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P mengatakan, kelima jenazah kini berada di RSUD Biak dan rencananya dimakamkan di TPU Surido , distrik Biak Kota. Terkait itu, Pihaknya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban ,” katanya, Senin (1/6/2026).

Selain itu, Kabidhumas mengungkapkan, ada juga 3 korban yang belum ditemukan yakni, Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27) ,” ungkapnya.

Kabidhumas menyebutkan, penyebab ledakan terjadi di sekitar area bawah salah satu rumah panggung di kompleks tersebut.

Saat ini aparat kepolisian masih mengedepankan upaya kemanusiaan dengan mengevakuasi korban dan memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat yang terdampak.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian. Personel di lapangan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan yang diperlukan,” ujarnya.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan berat pada enam unit rumah yang berada di sekitar titik ledakan. Petugas saat ini masih melakukan pendataan dan asesmen lebih lanjut terhadap dampak material yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.

Dari pengakuan saksi, di lokasi, sambung Kabidhumas, ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan suara yang sangat keras sehingga mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berupaya memberikan pertolongan kepada para korban.

Aparat gabungan juga melakukan sterilisasi dan pengamanan area guna mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya lainnya yang masih berada di sekitar lokasi.

Polda Papua mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses pencarian korban dan penyelidikan selesai dilakukan. Hingga saat ini, proses pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan masih terus berlangsung dan masih dalam penanganan aparat kepolisian dan tim gabungan,” tutupnya.(Rilis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *