Kilaspapua, Sentani – Pemerintah Kabupaten,(Pemkab) Jayapura mengapresiasi kehadiran paguyuban sosial marga Tionghoa Indonesia,(PSMTI) Kabupaten Jayapura sebab bisa membuat kegiatan atau aksi sosial selama ini ditengah masyarakat Kabupaten Jayapura.
“ Dicatatan kita, mereka aktif. Mulai dari musibah banjir bandang tahun 2019 hingga sekarang, Harapannya mereka terus bersama pemerintah daerah dalam hal berkontribusi ,” ucap Staf ahli bupati bidang hukum dan politik, Alfons Awoitauw didampingi Koordinator wilayah PSMTI tanah Papua sekaligus wakil ketua umum PSMTI Pusat, Ishak Montolalu dan Wakil ketua PSMTI Kabupaten Jayapura, Henrico Tangka disela-sela pembukaan Musyawarah kabupaten,(Muskab) ke- 1 paguyuban sosial marga Tionghoa Indonesia,(PSMTI) Kabupaten Jayapura di hotel di Horex , Sentani, Jumat (5/6/2026).
Selain itu, Alfons juga mengharapkan kehadiran paguyuban PSMTI di Kabupaten Jayapura tak hanya dikalangan komunitasnya tetapi juga mampu menjangkau komunikasi yang baik terutama kepada pemerintah daerah terkait hal-hal apa yang dilakukan ditingkat bawah menyangkut masalah sosial.
“ Ini yang penting sehingga diharapkan dalam Muskab yang digelar akan didapatkan rekomendasi-rekomendasi mitra kerja dibidang sosial dan sebaliknya pemerintah melakukan hal-hal apa terkait kesulitan kehadiran paguyuban PSMTI di Kabupaten Jayapura ,” harapnya.
Sementara, Koordinator wilayah PSMTI se- tanah Papua sekaligus wakil ketua umum PSMTI Pusat, Ishak Montolalu mengharapkan lewat Musyawarah kabupaten,(Muskab) ke- 1 paguyuban sosial marga Tionghoa Indonesia,(PSMTI) Kabupaten Jayapura digelar bisa mempersiapkan satu semangat yang baru.
“ Yang dulu malu-malu kucing tetapi sekarang harus lebih berani turun ke masyarakat melihat semua komponen masyarakat yang butuh bantuan ,” harapnya.
Ishak mengungkapkan, kepengurusan Muskab ini sudah masuk masa bakti ke-2. Dimana, Muskab ke-1 memilih kepengurusan Muskab ke-2.
“ Dulunya kita satu bersama kepengurusan Kota Jayapura tetapi sekarang masing-masing berdiri sendiri dengan masa periode selama 4 tahun ,” ungkapnya.
Untuk tugas kepengurusan di Muskab, Ia menjelaskan, sesuai ciri masing-masing dalam hal dimana kita dibutuhkan maka kita tampil all out atau lengkap.
“ Maka itu bagi siapa saja warga Tionghoa yang ingin bergabung ke PSMTI ini murni paguyuban yang melakukan aksi sosial tidak melakukan praktek praktis dan tidak bernaung dibawah salah satu partai politik dan tidak akan berubah jadi partai politik ,” jelasnya.
Wakil ketua PSMTI Kabupaten Jayapura, Henrico Tangka mengatakan, lewat Muskab ini PSMTI tidak lagi salah satu penggerak ekonomi namun bisa bersinergi dengan masyarakat lainnya dalam hal ini Forkopimda guna memajukan Kabupaten Jayapura. Harapannya kehadiran kita di Kabupaten Jayapura memiliki gaung kedepan.
“ Selain itu, kedepan kita bisa saling sharing pengalaman dengan UMKM dalam hal ini OAP istilah kita saling menimba pengalaman ,” katanya.(Redaksi)



