Komandan KKB Kodap III Nduga Ditangkap, Tokoh Agama Papua Tengah Apresiasi Satgas Ops Damai Cartenz Jaga Keamanan dan Kedamaian

oleh -486 views
Komandan KKB Kodap III Nduga saat ditangkap Satgas Ops Damai Cartenz.(Foto. Humas Damai Cartenz)

Kilaspapua, Nabire – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Nabire berhasil menangkap Komandan Batalyon Hetobia Kodap III Nduga, ), Jayainus Pogau alias Supi Pogau, salah satu anak buah pimpinan Aibon Kogoya, pada Jum’at (31/10) pukul 15.10 WIT di Pasar Kalibobo, Kabupaten Nabire

Penangkapan tersebut berawal pada pukul 07.05 WIT, saat personel Satgas Ops Damai Cartenz melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku yang terdeteksi di sekitar Pasar Kalibobo. Setelah memastikan identitasnya, tim gabungan langsung melakukan penyergapan dan penangkapan tanpa perlawanan berarti.

Dari hasil penyelidikan dan interogasi awal, diketahui bahwa Jayainus Pogau terlibat dalam aksi penembakan terhadap personel Brimob Satgas Operasi Damai Cartenz di Kabupaten Intan Jaya pada 22 November 2023, yang mengakibatkan Bharatu Anumerta Bonifasius Jawa gugur dan Bharatu Rani Seran mengalami luka tembak.

Selain itu, pelaku juga diketahui pernah menerima dan menyerahkan 31 butir amunisi serta sebuah telepon genggam kepada Aibon Kogoya untuk digunakan dalam kegiatan kelompok bersenjata tersebut.

Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku antara lain:

  • 1 noken warna biru dan pink
  • 1 dompet warna hitam
  • 2 KTP
  • 1 unit HP Vivo Y16 warna gold
  • 2 kalung manik-manik (kuning-hitam dan biru)
  • Uang tunai Rp5.730.000
  • 1 kabel charger tipe C
  • 5 buah buah pinang

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan, penangkapan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara Satgas Damai Cartenz dengan jajaran Polres Nabire dalam menekan aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Papua.

“Penangkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua. Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap jaringan Aibon Kogoya dan kelompok bersenjata lainnya,” ujarnya.

Sementara, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendalami jaringan dan alur distribusi senjata serta amunisi yang digunakan oleh kelompok tersebut.

“Tim masih melakukan pengembangan dan pemetaan jaringan yang terhubung dengan Aibon Kogoya. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu-isu yang menyesatkan, dan mempercayakan sepenuhnya penanganan keamanan kepada aparat,” tuturnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk terus memburu anggota KKB lainnya serta menindak tegas seluruh pihak yang berupaya mengganggu stabilitas keamanan di Tanah Papua, guna mewujudkan Papua yang aman, damai, dan bermartabat.

Tokoh Agama Papua Tengah Apresiasi Satgas Ops Damai Cartenz Jaga Keamanan dan Kedamaian

Tokoh agama Papua Tengah, Pendeta Fhillip Marcelona Leander, S.Th., yang juga menjabat sebagai Ketua Klasis GKO Papua Tengah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kinerja Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua. Pernyataan tersebut disampaikan di Jl. Leo Mamiri, Koperapoka, Kabupaten Mimika, pada Senin (3/11/2025) pukul 15.00 WIT.

Pendeta Fhillip Marcelona Leander, S.Th.

Dalam kesempatan itu, Pendeta Fhillip menegaskan bahwa kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz di wilayah Papua telah memberikan dampak positif terhadap rasa aman dan tenteram masyarakat. Ia menilai, langkah-langkah humanis dan konsisten yang dilakukan aparat di lapangan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan Papua yang damai dan sejahtera.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada Satgas Ops Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Kami juga mendukung penindakan dan penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang selama ini mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Pendeta Fhillip.

Selain memberikan apresiasi atas kinerja aparat, Pendeta Fhillip juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama dan memperkuat semangat persaudaraan di tengah perbedaan. Menurutnya, kedamaian sejati hanya dapat terwujud bila masyarakat saling menghargai dan mengasihi satu sama lain.

“Berbeda itu indah dan bersatu itu berkat. Damai tidak lahir dari ketiadaan perbedaan, tetapi dari hati yang mau mengerti. Marilah kita terus menjadi pembawa damai dan menjunjung kebhinekaan, agar kasih Kristus nyata melalui hidup kita setiap hari,” pesannya penuh makna.

Apresiasi yang disampaikan oleh tokoh agama ini menjadi bukti bahwa keberadaan Satgas Operasi Damai Cartenz mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk tokoh-tokoh agama yang memiliki peran penting dalam menjaga moralitas dan persatuan di Tanah Papua.

Hal Dukungan yang disampaikan Pendeta Fhillip Marcelona Leander menjadi wujud nyata kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh agama dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, serta penuh kasih bagi seluruh warganya.(Rilis Humas Damai Cartenz )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *