Lewat Pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat, PT. Angkasapura Berkomitmen Menjaga Keamanan Penerbangan di bandara Sentani

oleh -36 views
Petugas keamanan saat menyelamatkan warga dari penyanderaan di pesawat. Ini merupakan simulasi lewat pelatihan penanggulangan keadaan darurat di Bandara Sentani.(Foto. PT. Angkasapura)  

Kilaspapua, Sentani – PT. Angkasapura berkomitmen menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di bandara Sentani. Maka itu, untuk menguji kesiapsiagaan digelar pelatihan skala penuh (Full Scale) Airport Emergency Exercise (AEE) pada hari ini, Kamis (25/06/2026).

Handy Heryudhitiawan, CEO Reginal V PT Angkasa Pura Indonesia kepada wartawan mengatakan, Ini merupakan program rutin 2 tahunan dan saat ini giliran bandara Sentani. Ini bandara ke-2 setelah bandara Manado melakukan hal serupa.

“ Pelatihan ini diikuti sekitar 509 berbagai personel dilibatkan termasuk TNI/Polri. Tujuannya, menjaga kesinambungan dari sisi keselamatan dan keamanan penerbangan ,” katanya.

Pelatihan ini penting

Ia mengungkapkan, ancaman bom yang pernah terjadi di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara itu juga akan disimulasikan pada pelatihan ini.

“ Kepada siapa berkoordinasi, apa yang harus dilakukan termasuk temuan benda berbahaya di Bandara Samratulangi, Manado beberapa minggu lalu. Dimana itu ditemukan pada saat x ray dan diindikasi benda berbahaya. Terkait itu, personel TNI/Polri merespon untuk mencek dan pada akhirnya diputuskan untuk dihancurkan benda tersebut untuk menjaga situasi yang tidak diinginkan ,” ungkapnya.

Pelatihan ini juga, sambungnya sebagai sarana supaya koordinasi bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga penanganan yang akan dilakukan di bandara lebih cepat dan terarah secara tepat ,” ujarnya.

Sementara, General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim, mengatakan, latihan Airport Emergency Exercise (AEE) ini merupakan komitmen nyata dalam memenuhi regulasi keselamatan penerbangan nasional maupun internasional, sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna jasa bandara.

“Bandara Internasional Sentani Jayapura merupakan objek vital strategis di Papua. Melalui latihan Airport Emergency Exercise (AEE) ini, kami memastikan bahwa seluruh personel dan stakeholder terkait tidak hanya memahami teori, tetapi mampu bertindak cepat, tepat, dan terintegrasi saat menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya,” ujarnya.

Latihan Airport Emergency Exercise (AEE) kali ini mencakup 3 (tiga) skenario simulasi utama yang dilaksanakan secara simultan :

  1. Kebakaran Gedung (Fire Building Exercise) yakni simulasi kebakaran skala besar yang terjadi di dua titik krusial, yaitu Gedung Pertamina (DPPU) dan Area Terminal Penumpang. Latihan ini menguji kecepatan respons tim Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) dalam memadamkan api, melakukan evakuasi massa, serta melokalisasi dampak kebakaran agar tidak mengganggu operasional vital lainnya.
  2. Ancaman Keamanan (Security Exercise) yakni simulasi penanganan tindakan kriminal berupa aksi penyanderaan di area bandara. Skenario ini melibatkan personel Aviation Security, bekerjasama dengan aparat keamanan (TNI/Polri) untuk melakukan negosiasi, pelumpuhan pelaku teror, dan penyelamatan sandera dengan menerapkan prosedur Airport Security Program (ASP).
  3. Kecelakaan Pesawat (Aircraft Accident Exercise) yakni uncak simulasi berupa kecelakaan pesawat udara di area airside Bandara Internasional Sentani Jayapura. Latihan ini menguji penanganan pasca-kecelakaan (post-accident), mulai dari teknik pemadaman api pada badan pesawat, penyelamatan dan evakuasi korban (search and rescue), penanganan medis darurat di lapangan, hingga Passenger Holding Area yang merupakan lokasi khusus yang ditetapkan di bandara sebagai tempat penampungan sementara bagi para penumpang selamat yang tidak mengalami cedera dalam keadaan darurat atau kecelakaan pesawat,serta pengelolaan area berkumpul bagi keluarga korban (greeters & meeters area).

Manajemen Bandara Internasional Sentani Jayapura menegaskan bahwa seluruh rangkaian latihan Airport Emergency Exercise (AEE) ini dilakukan dengan tetap menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jasa bandara, dan tidak mengganggu operasional penerbangan reguler di Bandara Internasional Sentani Jayapura.

Dikarenakan latihan Airport Emergency Exercise (AEE) akan dilaksanakan seperti keadaan yang sesungguhnya, kami menghimbau kepada seluruh pengguna jasa yang berada di Bandara Internasional Sentani Jayapura pada saat pelaksanaan latihan AEE, untuk tidak panik dan tetap tenang selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setingi-tingginya kepada seluruh instansi yang terlibat, termasuk TNI, Polri, BASARNAS, Rumah Sakit Daerah, Maskapai, dan pihak ground handling. Sinergi dan kerjasama yang solid ini adalah kunci utama keselamatan operasinal penerbangan ,” tutupnya.(Redaksi)
 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *