Kilaspapua, Jayapura- Ratusan massa simpatisan Lukas Enembe memadati Mako Brimob Polda Papua. Hal itu terjadi setelah Gubernur Papua, Lukas Enembe dipanggil KPK untuk menjalani pemeriksaan terhadap kasus dugaan gratifikasi senilai 1 Milliar.
Dari pantauan dilapangan, terlihat ratusan massa simpatisan Gubernur Lukas Enembe mengawal kedatangan tim kuasa hukum ke Mako Brimob Kotaraja. Mereka berorasi di halaman Mako Brimob dan mendesak agar KPK hadir menemui mereka untuk menjelaskan langsung perkara yang membuat Gubernur Papua dua periode ini harus diperiksa.
Gubernur Papua hanya diwakili Kuasa Hukumnya, Stephanus Roy Rening dan timnya serta Juru Bicara Gubernur Papua, Rifai Darus.
Juru Bicara Gubernur Papua, M. Rifai Darus dihadapan massa menyampaikan alasan ketidakhadiran Gubernur Lukas.
“Kita tahu Gubernur sampai saat ini kondisinya belum pulih betul, kaki beliau bengkak sehingga masih sulit jalan, dan pita suaranya juga terganggu. Kami sejak semalam mendampingi beliau dikediaman,dan memang kondisinya tidak dimungkinkan untuk hadir memenuhi panggilan KPK hari ini,” ucapnya, Senin (12/9/2022).
Ia mengungkapkan, Gubernur Papua telah menitip pesan untuk disampaikan kepada masyarakat Papua bahwa selama sebagai pejabat negara baik Bupati, dan Gubernur Papua 10 tahun, tidak pernah menerima satu persenpun uang dari pengusaha. Begitupun sebagai Gubernur Papua selalu menggunakan APBD sesuai peruntukannya,” sambung Rifai
Sebagai Juru Bicara Gubernur, Rifai menjelaskan, sangat paham kondisi Gubernur yang memang sejak beberapa tahun terakhir mengalami sakit, sehingga tidak bisa maksimal menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.
Usai menemui massa, Rifai bersama tim kuasa hukum Gubernur kemudian diantar menuju ruang pemeriksaan di Mako Brimob, tampak mendampingi Kasat Brimob Polda Papua, Kombes Pol Budi Satrijo.(Redaksi)



