Kilaspapua, Yapen – Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Kepulauan Yapen periode 2022-2025 resmi dilantik dan dikukuhkan oleh ketua KMB Provinsi Papua, Ronald Panjaitan bersama bupati Tonny Tesar dan disaksikan para Forkopimda di Hotel Kelapa Dua, Sabtu (3/9/2022).
Pelantikan dan pengukuhan ini merupakan sejarah baru bagi suku Batak di Yapen karena semenjak berdirinya paguyuban ini baru kali pertama dikukuhkan oleh pengurus provinsi dan sekaligus mengadakan semarak Budaya menampilkan tarian (tor-tor) dari suku-suku Batak yang ada diantaranya, Toba, Karo, Simalungun,Pak-Pak dan Tapanuli Selatan (Mandailing).
Untuk pelantikan dan pengukuhan pengurus KMB Yapen ini ditandai pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris umum KMB Papua, Trison Samosir , Dilanjutkan penyematan topi kebesaran Batak oleh Bupati Tonny Tesar kepada ketua KMB Yapen , Gokman Simbolon, Penandatanganan berita acara pelantikan dan penyerahan bendera pataka oleh Ketua KMB Papua Ronald Panjaitan
Ketua Panitia , Waspada Meliala dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah daerah kabupaten kepulauan serta seluruh pihak yang sudah memberikan dukungan dan sumbangsih atas terlaksananya acara ini.
Senada disampaikan Ketua KMB Kepulauan Yapen , Gokman Simbolon turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah serta Forum komunikasi pimpinan daerah secara khusus Kapolres AKBP Herzoni Saragih, Kajari Henry Marulitua dan Ketua PN Serui , Dedi Thusanbandi yang terlibat langsung dalam kegiatan ini karena masih merupakan bagian dari orang Batak.
Usai melantik dan mengukuhkan pengurus KMB Yapen, Ketua KMB Provinsi Papua, Ronald Panjaitan mengapresiasi persiapan seluruh masyarakat Batak di Yapen untuk menyambut terlaksananya pengukuhan dan sekaligus semarak Budaya ini.
Terlebih khusus bagi Badan pengurus KMB Yapen ,Ronald meminta agar selalu menjadi garda terdepan bersama paguyuban- paguyuban lain yang ada di kabupaten ini untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan dalam mendukung program-program Pemerintah.
Sementara itu Bupati Tonny Tesar mengaku bangga karena saat tiba dilokasi kegiatan disambut secara adat Batak melalui penyematan topi dan ulos bersama dengan para Muspida yang turut hadir.
“Saya bangga sebagai bupati karena acara ini bisa terselenggara dengan baik apalagi saat ini Forkompinda kita sekarang banyak berasal dari keluarga Batak ” ucap Bupati.
Dirinya berharap keberadaan suku Batak di Kabupaten ini dapat menjadi contoh dan tauladan ditengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya budaya Batak adalah bagian dari budaya nasional sehingga perlu dijaga dan dilestarikan agar anak -cucu yang lahir di Papua bisa mengenal tentang asal-usulnya.
” Kita sebagai masyarakat juga pemerintah untuk bisa melestarikan aneka budaya yang ada di Nusantara juga kabupaten kepulauan Yapen ini”tandasnya.
Diakhir Bupati 2 periode ini menyampaikan ucapan terima kasih karena keberadaan orang Batak di Kabupaten ini dapat memberikan kontribusi dalam terlaksananya pembangunan di daerah ini juga dalam menjaga situasi keamanan selalu kondusif.
Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPR, Yohanis Raubaba, Waket 1, J Simanjuntak, Waket II, Fredolin Warkawani, Dandim 1709 Letkol Inf Catur Prasetiyo Nugroho, Sekda Erny Tania, Yance Banua bersama Ketua-ketua Paguyuban. (Rich)



