Tibanya Obor Sidang Sinode Lewat Kali Sanggei Di Soal Keluarga Keret Imbiri

oleh -975 views
oleh
Kepala Keret Imbiri Ones Imbiri.(Foto. Rich)

Kilaspapua,Waropen- keluarga besar Keret Imbiri merasa kecewa perjalanan obor Sidang sinode ke – XVIII tiba di dataran Waropen tidak melalui kampung Kaituni Waren II yang merupakan sejarah awal masuknya Injil di Tanah Waropen.

Hal itu di sampaikan oleh Ones Imbiri selaku kepala Keret Imbiri Kaituni, menurutnya Obor Sinode tiba melalui kali Sanggei seakan tidak menghargai perjuangan para leluhurnya sebagai tokoh pertama membawa Injil masuk di tanah adat Waropen. Karena sejatinya, Obor Sidang Sinode tersebut sepatutnya dibawa melali kali maranarauni kaituni.

Berbagai persiapan pun sebelumnya telah di lakukan keluarga besarnya, namun penjemputan obor dilakukan lewat kali Sanggei menjadi sebuah pertanyaan bagi mereka.

“Kami keluarga Keret Imbiri yang mendiami kampung Kaituni merasa kecewa obor Kristus itu tidak kami jemput di kali maranarauni kaituni, kami tete pergi sampai ke Miai meminta pekabaran injil ini dan membawa datang ke tanah Waropen” Kata Ones Imbiri, kepada sejumlah wartawan di kampung Kaituni, Rabu (20/7/2022).

Ones mengatakan, sejarah masuknya Injil di Waropen pertama kali di kampung kaituni tahun 1928 oleh Sadrak Sariwoi yang merupakan leluhur suku maranarauni, dan dari kampung itu juga lah Injil disebar ke beberapa daerah lainya di dataran Waropen.

Atas kekecewaan itu, Ones meminta kepala suku maranarauni untuk sesegera mungkin dapat mengumpulkan keturunan dari suku tersebut, guna mendiskusikan dan memperjelas sejarah suku maranarauni dalam memperjuangkan Injil masuk di tanah Waropen.

Namun demikian, di penyelenggaraan Sidang Sinode ke-XVIII GKI di Waropen, keluarga besar keret Imbiri sangat mendukung kegiatan itu berjalan dengan baik, pesta iman ini akan menjadi sejarah pernah sebagai tuan rumah pelaksanaan sidang sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, dimana momentum itu mungkin akan kembali untuk waktu yang sangat lama. (Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *