Bupati Jayapura : Perayaan hari tari Internasional sebagai tanda kebangkitan budaya di Papua

oleh -1,013 views
oleh
Bupati Jayapura saat melihat hasil karya seni lukis pada perayaan hari tari Internasional ditaman Pholeuw Park, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.(Foto. Tinus)

Kilaspapua, Jayapura- Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua merupakan sebuah perguruan tinggi negeri yang fokus dibidang seni dan budaya berlokasi di Jayapura, Provinsi Papua.

ISBI Tanah Papua berinisiatif merayakan peringatan Hari Tari Internasional yang jatuh pada 29 April 2022, yang merupakan pertama kali, ditaman Pholeuw Park, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat  (29/04/2022).

Perayaan itu mendapat apresiasi yang tinggi dari Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, karena menurutnya perayaan tersebut membangkitkan semangat budaya di Papua.

“Tentunya kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada ISBI yang telah membangkitkan budaya Papua di momen yang indah ini. Sehingga  mulai sekarang setiap tahun kita akan memperingati hari besar ini,” kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE,. M.Si,.  dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, Papua memiliki banyak keragaman budaya yang belum diangkat. Sehingga kehadiran ISBI sangat memberikan kontribusi yang besar untuk Papua dalam mengangkat budaya.

“Saya setuju ISBI ada ditanah Papua, karena di Papua penuh dengan keunikan budaya yang belum pernah kita angkat. Mantan Gubernur Barnabas Suebu pernah mengatakan bahwa, Papua ini seperti raksasa yang masih tidur, yang artinya dari segi budaya kita terlalu banyak. Oleh karena itu saya pikir kegiatan hari ini membangun raksasa yang sedang tidur,” ucap Mathius.

Bupati membeberkan, dalam waktu dekat Papua akan menjadi tuan rumah pergelaran kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Oleh karena itu, ISBI diharapkan bisa menunjukan kreativitasnya, atau memainkan perannya pada momen tersebut untuk membangkitkan budaya Papua.

“Kongres AMAN merupakan panggung yang akan hadir di Papua, sehingga kami harap ISBI bisa memainkan perannya diatas panggung ini. Agar Indonesia maupun Dunia pada umumnya bisa mengetahui  bahwa, keberagaman budaya Papua, dan memang itulah  inti dari kongres AMAN. Oleh sebab itu kami harapkan panggung ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda Papua dalam menunjukan jati dirinya,” ujarnya.

Sementara itu, Gilbert Ayhuan selaku Ketua BEM ISBI sekaligus Ketua Peringatan Hari Tari Internasional menuturkan, kegiatan ini sebagai ajang untuk menunjukan kepada dunai bahwa beginilah budaya Papua.

“Sebagian besar kearifan budaya Papua kami tampilkan pada momen ini, karena kami sebagai generasi muda Papua mau menunjukan kepada dunia bahwa inilah harga diri kami,” ujarnya.

Lanjutnya, sebagai generasi muda pihaknya akan terus membangkitkan budaya Papua di mata Dunia. Karena menurutnya budaya adalah, harga diri maupun harkat dan martabat orang Papua yang harus terus dibangkitkan.

Ia menjelaskan, pada kesempatan tersebut pihaknya menampilkan berbagai kerativitas anak Papua dalam bentuk lukisan maupun kerajinan tangan lainnya,” jelasnya.(Tinus)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *