Kilaspapua, Sentani – 32 pengelola tempat-tempat destinasi di Kabupaten Jayapura didorong agar melakukan proses pembentukan kelompok sadar wisata untuk yang belum sedangkan yang sudah akan dirapikan.
“ Kita cek SK nya agar jalan. Inikan manajemennya sehingga harus jalan, tidak bisa kita bicara pariwisata tetapi manajemen pengelolanya tidak. Justru disitulah tugas kami dari dinas pariwisata yang akan mendampingi yang dikemas dalam kegiatan pelatihan penguatan dan pembinaan kelompok sadar wisata di Kabupaten Jayapura tahun 2025 disalah satu hotel di Sentani, kata Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata,(Disbudpar) Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, Senin (29/9/2025).
Elisa mengungkapkan, saat ini yang telah terbentuk baru 7 kelompok sadar wisata sementara yang belum tercatat 32.
“ Justru itu kita undang supaya tidak hanya 7 saja tetapi ada kenaikan tahun depan. Minimal target PAD setidaknya harus naik. Tahun ini yang disetor hanya 20 juta namun untuk tahun depan tidak lagi disetor jumlah yang sama. Kita kasih naik, makanya kita genjot sekarang ,” ungkapnya.
Dia mengklaim setelah didampingi bukan hanya 7 kelompok sadar wisata yang jalan bisa sebagian yang lain akan bergerak sebab mereka butuh pendampingan untuk manajemen yang baik. Dan itulah yang menjadi tugas pemerintah yang nantinya mengarahkan kelompok sadar wisata. Diharapkan tahun depan bukan 7 lagi tetapi setengah atau 80 % ,” ujarnya.
Sementara, Asisten I bidang pemerintahan umum setda Kabupaten Jayapura, Gilberd R. Yakwart mengungkapkan, dari 32 pengelola tempat destinasi baru 7 pengelola yang menyetorkan PAD ke pemerintah Kabupaten Jayapura.
“ Harapannya melalui kegiatan pelatihan ini tahun depan PAD untuk sector pariwisata bisa digenjot dari kelompok-kelompok sadar wisata ,” ungkapnya.(Redaksi



