Ratusan Guru Paud Demo Ke DPRK Jayapura, Minta di Mediasi Belum Dibayarnya Insentif Tahun 2025   

oleh -182 views
Suasana mediasi perwakilan guru Paud dengan dinas Pendidikan yang difasilitasi komisi C DPRK Jayapura usai menggelar aksi demo.  

Kilaspapua, Sentani – Ratusan guru Pendidikan anak usia dini,(Paud) di Kabupaten Jayapura menggelar aksi demo ke DPRK Jayapura untuk dimediasi belum dibayarnya insentif sejak tahun 2025 dari bulan Januari hingga desember kepada dinas Pendidikan,(Disdik) Kabupaten Jayapura.

“ Jadi kami membawa 4 surat diserahkan kepada DPRK Jayapura, Bupati, dinas Pendidikan dan bunda Paud dan setelah itu kami berkumpul dan dimediasi oleh komisi C DPRK Jayapura bidang Pendidikan ,” kata Kepala sekolah Paud Ninggey Kemiri, Magdalena Rumbiak kepada wartawan  usai mediasi dengan DPRK Jayapura, Kamis (21/5/2026).

Magdalena mengaku pada mediasi yang telah digelar pihaknya baru mengetahui bagaimana alur uang pembayaran insentif tersebut. Yang menjadi kabar baiknya adalah insentif tahun 2025 akan segera dibayarkan sebab sudah dianggarkan, sekarang tinggal menunggu dana masuk dari pusat setelah itu dibuatkan SPM kemudian dana masuk ke rekening masing-masing.

“ Sedangkan untuk tahun 2026 masih akan dibahas kembali antara DPRK dengan dinas lewat rapat dan itu masih menunggu waktu mengingat insentif tahun 2026 belum dianggarkan ,” ujarnya.

Selain itu, Ia berharap TKD ada diberikan namun kami diminta menunggu lagi sebab itu masih akan dirapatkan ,” harapnya.

Sementara, Anggota DPRK Jayapura komisi C DPRK Jayapura bidang pendidikan, Bob Yathseen Banundi mengungkapkan, dari mediasi selama 2 jam akhirnya insentif guru Paud akan segera dibayarkan setelah masuk transfer dari pusat.

“ Kedepan proses pencairan untuk tagihan SPM di dinas pendidikan itu akan dimonitoring supaya adminitrasi baik pembayaran PNS, tenaga guru dan tunjangan lainnya bisa berjalan dengan baik dengan pengawasan langsung dari DPRK Jayapura ditahun berjalan ini ,” ungkapnya.

Plt. Kadis Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikeleuw, S.Pd   mengatakan, sebelumnya dinas sudah merencanakan akan membayar tetap posisi waktu itu kas keuangan daerah dalam keadaan kosong sehingga menjadi utang ditahun 2025.

“ Utang itu tidak bisa langsung dibayarkan tetapi harus menunggu pemeriksaan dari pihak inspektorat  kemudian inspektorat mengeluarkan surat utang di dinas pendidikan kemudian dianggarkan kembali untuk dibayarkan,” katanya.

Ditanya soal pembayaran insentif guru Paud tahun 2025, Amelia menjelaskan, menggangarkan sekitar 3 Milliar kepada 386 guru Paud dan itu dibayarkan dalam waktu dekat ini sehingga diminta agar bersabar hingga proses pencairan bisa dilakukan ,” jelasnya.(Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *