Tahun ini, BAKTI Kemenkominfo Bangun 68 BTS Di Kabupaten Jayapura

oleh -893 views
oleh
Salah satu BTS yang dibangun BAKTI KemKominfo di Kampung Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.(Foto. Istimewa)

Kilaspapua, Sentani – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serius mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Papua, dimana salah satunya adalah Kabupaten Jayapura yang masih memiliki banyak blank spot (lokasi yang belum ada jaringan telekomunikasi).

Sementara upaya mencapai akselerasi digital sangat penting, karena akses internet berperan penting untuk mendukung tugas pelayanan pemerintah di tingkat distrik dan kampung, juga pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, S.T., menyebutkan bahwa sesuai dengan surat BAKTI Kominfo di awal Maret 2022, Kementerian Kominfo telah menetapkan PT. Yusa Wara Dana Abadi dan PT. Infrastuktur Bisnis Sejahtera selaku pemenang tender proyek BAKTI Kominfo yaitu pembangunan tower BTS (Base Transceiver Station).

“Pada awal Maret kami sudah melakukan survey sebanyak 35 SITE dan untuk progres legal dokumennya sudah ditandatangani dan dan dikirim kembali. Kita harapkan 35 SITE ini bisa dibangun di awal Juni 2022,” ujar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon di Media Center Kabupaten Jayapura, Gunung Merah Sentani, Rabu (25/5/2022)

Kadis Kominfo Gustaf Griapon menambahkan, pada tahap kedua ini pihaknya mendapat tambahan pembangunan BTS menjadi 68 SITE, tersebar di Distrik Sentani Timur (Ayapo, Puay), Distrik Sentani (Hobong, Kehiran), Distrik Waibu (Dondai, Bambar, Sosiri, Yakonde, Abar), Distrik Ebungfao (Kampung Ebungfao), Distrik Sentani Barat (Dosay, Sabron Sari, Sabron Yaru), Distrik Yokari (Snamai, Buseryo), Distrik Depapre (Tablasupa, Waiya), Distrik Yakore (Demta, Yaugapsa), Distrik Kemtuk (Nabom, Skuaim, Bengwin Progo, Kwansu, Aib, Mamda, Mamei, Skori, Suwaib, Sabiab Kecil), Distrik Kemtuk Gresi (Braso, Bring, Ibub, Demetim, Demokaiti, Hatip, Yansip, Jagram, Nembugresi, Suwentab, Yanbra), Distrik Gresi Selatan (Klaisiu, Iwon, Omon), Distrik Namblong (Besum, Sumbe, Hanggayamong, Sarmai Atas, Imestum), Distrik Nimboran (Yenggu Baru, Yenggu Lama, Benyom, Insar, Kwipon, Singri, Singri Wai), Distrik Nimbokrang (Benyom Jaya II, Berap, Hamonggarng, Repang Muaib, Nimbokrang Sari, Wahab), Distrik Unurum Guay (Garusa, Sawai Suma), Distrik Yapsi (Nawa Mulia, Purnama Jati, Ongan Jaya, Takwa Bangun), Distrik Airu (Kampung Naira).

“Yang sudah diusulkan ke BAKTI Kominfo itu ada 140, berarti masih ada 37 BTS lagi yang akan menyusul,” ungkap Gustaf menambahkan.

Lebih lanjut dikatakannya, Survey sudah dilakukan pada Sabtu (21/5) oleh 4 tim yang sedang berjalan dan ditargetkan selesai dalam 2 pekan.

Terkait pemanfaatan pembangunan BTS ini, Gustaf menjelaskan jika ini merupakan program BAKTI Kominfo, sehingga identik dengan perusahaan ‘plat merah’. Karena ini merupakan program subsidi pemerintah, sehingga untuk progresnya nanti yang akan menggunakannya adalah Telkomsel.

Sebelumnya, Direktur BAKTI Kominfo Anang Latif menyampaikan pihaknya mendapat tugas dari kementerian untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur TIK termasuk base transceiver station (BTS) atau tower pemancar sinyal 4G, untuk daerah-daerah tertinggal.

“Bahkan sebelum awal 2023 atau akhir 2022 harus sudah selesai. Jadi kami bisa menawarkan kerja sama dengan operator selular yang akan mengoperasikan BTS,” ucapnya.

Untuk itu, dirinya meminta dukungan semua pihak, khususnya para ondofolo dan kepala-kepala kampung guna memastikan pembangunan BTS berjalan sesuai rencana. (RZR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *