Kepala suku Puncak tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok KKB

oleh -954 views
oleh
Masyarakat Puncak saat menunggu kedatangan jenazah alm. Bebi Tabuni untuk dimakamkan.(Foto. Humas Polda Papua)

Kilaspapua, Jayapura- Kepala Suku Umum Kabupaten Puncak Abelom Kogoya tegaskan bahwa, tidak ada lagi tempat tinggal untuk kelompok KKB. Menyusul penembakan 8 karyawan PT. PTT yang salah satunya alm. Bebi Tabuni oleh KKB di Kampung Jenggeran, Distrik Beoga.

Ia mengatakan bahwa dirinya selaku pimpinan atas suku-suku di Kabupaten Puncak menolak kehadiran kelompok KKB untuk masuk kembali ke daerahnya.

“Saya tidak mau lagi mereka datang tembak-tembak tempat saya, kalau mereka berbuat lagi saya minta aparat keamanan langsung amankan mereka dan diproses,” jelasnya.

Bahkan, Ia meminta kepada masyarakat semua bila kelompok itu datang, jangan diterima. Mereka itu sudah bukan bagian dari masyarakat sini, bukan saudara kita lagi.

“Kalau di anggap saudara tidak mungkin anak ini Beby Tabuni mereka bunuh, mereka cuma buat hancur kota ini, mereka bakar, mereka membunuh,” tegasnya.

Dapat dipastikan, Kelompok Kriminal Bersenjata ini sudah tidak akan lagi diterima kembali oleh masyarakat di Kabupten Puncak, karena ulah yang dilakukan kepada Beby Tabuni membuat kebencian masyarakat terlihat dari kesedihan yang mendalam,” ucapnya.

Disamping itu, Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Distrik Ilaga Yonathan Kogoya dan pihak aparat keamanan atas kerja tulusnya sehingga berhasil membawa Jenazah kembali ke tempat tinggalnya.

Dikatakannya bahwa, Kepala Distrik Ilaga Yonathan pada saat itu bahwa dirinya mengucap syukur kepada Tuhan atas Kuasanya Jenazah Beby Tabuni bisa bawa kembali Kota Ilaga.

“Kami keluarga berfikir jika anak ini tidak akan bisa tiba disini, kami berfikir dia akan membusuk disana, tetapi dengan kehebatan Tuhan melalui TNI-Polri dalam membantu, anak kami bisa tiba hari ini,” ucapnya.

Dirinya menyampaikan bahwa ketulusan TNI-Polri yang terus membantu masyarakat, bukan pada saat ini saja akan tetapi sudah banyak hal membuat masyarakat disini sudah mulai percaya bahwa pihak keamanan membantu dalam memberikan perlindungan dan keamanan kota,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Bupati Puncak, Willem Wandik bersama Kabid Humas Polda Papua Kombespol Ahmad Mushtofa Kamal didampingi Dandim 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Denny Salurerung memberikan sumbangan duka cita kepada 9 Korban kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Moses Kilangiin Timika. Selasa (08/03/22)

Dalam kesempatan tersebut Bupati yang juga mewakili seluruh tokoh agama dan juga tokoh adati mengucapkan turut berduka cita yang aman mendalam atas peristiwa yang terjadi dan semoga keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan.

“Saya mewakili pemerintah dan juag semua mengucapkan turut berduka cita yang amat mendalam atas peristiwa yang terjadi, dan keluarga yang ditiggalkan dapat diberikan ketabahan, dimana pentingnya pembangunan telekomunikasi ini juga mereka ini bisa disebut pahlawan telekomunikasi di Papua khususnya di Indonesia,” Ungkap Bupati.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolda, Pandam yang sudah bekerja keras sehingga bisa dilakukan evakuasi dan bisa sampai kepada keluarga masing – masing.

Dalam kesempatan yang sama Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Mustofa Kamal menyampaikan bahwa keberhasilan evakuasi ini berkat dari doa dan juga dukungan semua pihak untuk Polri, mudah mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan juga kekuatan dalam menghadapi ini.

“Keberhasilan Evakuasi ini berkat dari doa dan juga semangat yang diberikan kepada kami, mudah mudahan keluarga yang ditinggalkan siberikan ketabahan dan juga kekuatan, mudah mudahan kepadan tuhan memberikan cahaya yang lebih terang,” tutup Kabid Humas.

Sumbangan duka cita ini diberikan langsung oleh bupati yang didampingi langsung oleh Kabid Humas Selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz dan juga dandim yang mana diterima lansgung oleh pihak keluarga, dan beberapa korban yang tidak bisa datang keluarganya diwakilkan oleh pihak PT (PTT) untuk nantinya diberikan kepada keluarga kobran yang berada di luar Papua.(Humas Polda Papua)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *