KST tembaki Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Marinir di Nduga, Pratu Marinir Dwi Miftahul Ahyar meninggal dunia

oleh -624 views
oleh
Jenazah Alm. Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar saat dievakuasi menuju RSUD Mimika untuk dilakukan pemulasaran. (Foto. Pendam XVII/Cenderawasih)

Kilaspapua, Jayapura- Kelompok Separatis Teroris,(KST) menembaki Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Marinir di Kalikote, Kabupaten Nduga, Papua, Jumat (22/4/2022) sekitar pukul 17.00 wit. Penembakan dilakukan, setelah lebih dulu menyerang.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman dalam keterangannya mengatakan, akibat serangan dan tembakan  gerombolan KST terhadap Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar, 1 orang prajurit meninggal atas nama Alm. Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar sedangkan 1 orang terluka atas nama Mayor Mar Lilik Cahyanto terkena recolset bagian bahu.

“Kondisi di Pos Kalikote ini tidak ada jaringan signal telepon, sehingga diketahui setelah ada laporan dari Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar Kalikote pada pagi hari Sabtu (23/4/2022),” jelas Kapendam.

Menurut Kapendam bahwa, Gerombolan Separatis Teroris benar biadab sebab menyerang dan menembak aparat TNI yang sedang mengemban tugas negara yaitu sebagai Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar di Kalikote, yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 1 orang terluka dibagian bahu,” ucapnya.

Kapendam menjelaskan, tadi pagi sekitar pukul 09.56 Wit telah dilaksanakan evakuasi korban Alm. Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar dari Kotis Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga menggunakan Heli Caracal.

“Pada pukul. 11.15 Wit Heli Carakal tiba di Bandara Mimika,  selanjutnya Jenazah Alm Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar dibawa ke RSUD Mimika untuk dilakukan pemulasaran Jenazah,” jelas.

Rencanakan Jenazah Alm. Pratu Mar Dwi akan dibawa ke Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur pada hari Minggu (24/4/2022).

Untuk kondisi, Kapendam mengungkapkan, Aparat TNI di wilayah Nduga, khususnya di lokasi penembakan melakukan siaga untuk mengantisipasi serangan tembakan susulan dari gerombolan KST dan sampai saat tidak ada korban jiwa dari warga sipil.

Kami mohon doanya, semoga Prajurit TNI yang bertugas mengemban tugas negara di Papua selalu mendapat perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” harapnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *