40 Pengelola Wisata Ikuti Pelatihan Pengelolaan Destinasi Wisata, Berpotensi Mendatangkan PAD Bagi Pemkab Jayapura

oleh -919 views
Wabup didampingi Kadis kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Jayapura menabuh tifa tanda dibukanya kegiatan pelatihan pengelolaan destinasi wisata tahun 2025 diikuti 40 peserta.

Kilaspapua, Sentani – Dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Jayapura menggelar pelatihan pengelolaan destinas wisata tahun 2025 yang diikuti 40 peserta dari 32 destinasi yang berpotensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah,(PAD) dengan rincian, 10 destinasi telah menyetor lewat retribusi sedangkan sisanya berpotensi sehingga didorong lewat pelatihan ini disalah satu hotel di Sentani, Rabu (16/7/2025).

Wakil Bupati,(Wabup) Jayapura, Haris Yocku kepada wartawan mengatakan, ini kegiatan yang sangat baik yang digagas oleh dinas kebudayaan dan pariwisata.

“ Ini juga akan menjadi terobosan baru bagi kita mengingat Perda tentang pariwisata sudah disahkan. Oleh sebab itu, ini sudah waktunya mengenjot PAD lewat pariwisata dan tidak boleh ditidurkan lagi ,” katanya.

Wabup mengungkapkan, pengelolaan pariwisata harus sudah dihidupkan. Caranya, melalui pelatihan-pelatihan seperti ini. “  Saya berharap setelah pelatihan ini, para peserta pulang tidak langsung selesai tetapi pulang mereka langsung kembangkan sehingga tempat mereka melaksanakan pekerjaan atau melaksanakan aktivitas lewat pariwisata bisa hidup dan terus berkembang ,” ungkapnya.

Tak dipungkiri, sambung Wabup kita memiliki banyak kekurangan namun bersama dinas terkait akan mencoba mengurangi setiap kekurangan yang ada.

“ Saya percaya Kabupaten Jayapura kedepan akan memiliki tempat-tempat wisata yang bisa mendatangkan banyak wisatawan baik lokal maupun luar. Ini juga menjadi hal yang baik sebab kita tidak datangkan mereka hanya pada saat festival danau Sentani saja tetapi mereka bisa datang ke Kabupaten Jayapura untuk menikmati pesona pariwisata yang lain. Manfaatnya, tentu akan menaikan PAD  ,” ujarnya.

Sementara, Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra mengatakan, intinya bagaimana pengelolaan destinasi ini dikelola dengan baik dan bagian retribusi mendatangkan PAD bagi pemerintah apalagi dinas pariwisata menjadi salah satu rumpun tim ekonomi yang berkewajiban mengenjot PAD lewat retribusi.

“  Kita mau pengelola destinasi ini mampu mendatangkan PAD lewat wisata yang dikelolanya ,” ucapnya. (Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *