Nuansa Merah, “ Berani “ Masyarakat Ifale Pertahankan Tradisi Budaya Tahun Baru

oleh -106 views

Dengan nuansa merah, Masyarakat kampung Ifale mengungkapkan suka citanya menyambut tahun baru 2026. Meskipun suasana itu telah lama, namun tradisi turun menurun tidak menyurutkan kemeriahaan.

Berlokasi di Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua pada kamis  (12/2/2026) tim tari Ifale menampilkan tarian tradisional bernuansa merah. Tarian ini sebagai pembuka yang telah menjadi tradisi menyambut tamu dengan menari diatas perahu mengitari Danau Sentani.

Tak luput, suasana tersebut menghipnotis pengunjung sekitar hingga membuat ikut menari, merasakan kegembiraan masyarakat Ifale yang juga mengenakan baju warna merah. Mereka menari dengan suka cita sebagai ungkapan syukur menyambut tahun baru 2026 yang telah menjadi tradisi turun menurun.

Berlahan mulai bergerak menuju lokasi perayaan, Kampung Ifale, Distrik Sentani Kota dengan estimasi waktu 1 jam. Perahu bergerak pelan sambil menari diatas perahu diikuti beberapa perempuan Sentani dengan menggunakan speed yang mengenakan baju berwarna merah.

Alhasil, tarian yang ditampilkan menjadi tontonan warga sekitar ditengah perjalanan menuju lokasi acara. Ada yang ikut menari, ada juga yang mengabdikannya dengan handphone.

Alfa Yom, salah satu pemuda kampung Ifale mengatakan, kegiatan ini penting dilakukan mengingat tradisi turun menurun. “ Kegiatan sebenarnya dilaksanakan bulan Januari namun karena suatu hal sehingga bisa dilaksanakan saat ini ,” katanya, Kamis kemarin.

Untuk kegiatannya, dia menjelaskan, diawali dengan penyambutan oleh tim tari dari Khalkote hingga ke Ifale dan itu mengikutkan seluruh masyarakat kampung Ifale sebab pelaksanaan menyangkut harga diri kampung Ifale dan ini juga telah menjadi agenda rutin yang dirayakan setiap tahun baru.

Dia mengungkapkan, selain merayakan penyambutan tahun baru didalamnya juga menceritakan budaya kita bagaimana tentang masyarakat kampung Ifale. Nuansa merah yang dikenakan menceritakan masyarakat Ifale berani  ,” ungkapnya.

Abhuafa, Kampung Ifale, Saskar Monim mengungkapkan, kegiatan ini juga dihadiri Menggeuw Fafa yang ikut merayakan ungkapan syukur dan penghormatan dari anak peranakan (menggeuw fafa) kepada mama (perempuan Sentani).

Umumnya, anak peranakan membawa makanan untuk mamanya dan tradisi ini turun menurun dilakukan sebab mempererat hubungan kekeluargaan ,” ungkapnya.

Saskar menceritakan, tarian penyambutan di Khalkote khusus dilakukan tim tari dari masyarakat Ifale. Dimana, perjalanan sejarahnya dari Holtekamp kemudian berpindah ke Tobati kemudian berpindah ke Danau Sentani, sehingga dulunya masyarakat Ifale ini tempat dari sana (Holtekamp red )  ,” tutupnya.**

Penulis : Tumbur Gultom/ Kilaspapua.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *