1.181 personil Polisi dan TNI tempati titik-titik pengamanan pada aksi massa PRP, Masyarakat diminta tidak ikut-ikutan

oleh -97 views
Kabag Ops Kompol L. Guruh Prawira Negara, S.I.P., S.IK (Foto. Humas Polresta Jayapura Kota)

Kilaspapua, Jayapura- Sebanyak, 1.181 personil gabungan Polisi dan TNI akan menempati titik-titik pengamanan pada aksi massa jilid II oleh, Kelompok Petisi Rakyat Papua (PRP). Adapun titik tersebut antara lain, taman Imbi, Pertigaan Jaya Asri, Lingkaran Abepura, Auditorium Uncen, Perumnas III, Expo Waena dan yang terjauh di wilayah hukum Polsek Muara Tami yang langsung dipimpin oleh Kapolsek.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, S.H., S.IK., M.Pd saat dikonfirmasi melalui Kabag Ops Kompol L. Guruh Prawira Negara, S.I.P., S.IK saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, titik pengamanan itu akan diisi oleh 1.181 personel yang terdiri dari Polri dan satuan elitnya dan gabungan TNI,” katanya, Senin (9/5/2022).

Lebih lanjut kata, Kompol Guruh, pengamanan ini berdasarkan atas penentuan titik kerawanan yang sudah dipetakan oleh pihak intelejen, termasuk asrama-asrama mahasiswa yang sudah menjadi basis kelompok-kelompok yang akan melakukan aksi tersebut.

“Besar harapan kami kepada masyarakat khususnya di Kota Jayapura agar tidak terpancing dan terprovokasi dengan aksi Jilid II ini dengan ajakan-ajakan ataupun hasutan yang akan menjerumuskan anda ke ranah yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Maka itulah, Kompol Guruh meminta kepada masyarakat Kota Jayapura agar tidak ikut-ikutan dalam kegiatan terlarang tersebut.

“Untuk daerah rawan bisa saja berubah mengikuti eskalasi peningkatan massa maka akan dilakukan pergeseran personil untuk penebalan guna meniadakan gangguan Kamtibmas, semua untuk kenyamanan warga Kota Jayapura,” harapnya.

Apalagi, menurutnya aksi demo Jilid II besok tidak mengantongi ijin, sudah tentu akan dibubarkan.

“Untuk hal negosiasi atau semacam penyampaian aspirasi secara baik, akan diberikan waktu bahkan difasilitasi bertemu pihak DPR, tetapi bila eskalasi meningkat hingga menimbulkan chaos maka kami tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terukur dengan membubarkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *