Kilaspapua, Jayapura – Ketua Yayasan Kasih Iman Samuel Papua (KISP), Edison Awoitauw membantah bahwa, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi sorotan terkait keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura pada 4 Agustus 2026 bukan milik partai Gerindra.
“ Kebetulan status saya sebagai ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Jayapura yang dikaitkan-kaitkan dengan dapur SPPG Gerindra. Oleh karena itu ditegaskan disini bahwa dapur SPPG di distrik Depapre dibawah naungan Yayasan Kasih Iman Samuel Papua (KISP) bukan milik partai Gerindra ,” tegasnya kepada wartawan pada Press Conference disalah satu kafe di Sentani, Rabu malam (19/8/2026).
Ia mengungkapkan, Yayasan Kasih Iman Samuel Papua (KISP) di dirikan tahun 2003 dengan tujuan membangun sekolah tinggi.
“ Bertepatan pada saat itu ada program Makan Bergizi Gratis,(MBG) yang dibuka lewat portal. Kami berpikir bisa mendaftar melalui PT atau CV namun ternyata pendaftaran hanya bisa dilakukan lewat Yayasan. Maka itu Yayasan di daftarkan secara resmi hingga mendapatkan dapur SPPG di Depapre ,” ungkapnya.
Secara aturan, sambung Edison, Yayasannya telah mengikuti prosedur. Terhitung sampai saat ini, dapur SPPG telah berjalan 1 tahun.
Soal insiden keracunan massal di Depapre, Edison menyampaikan permohonan maaf bahkan turut prihatin dan sangat terpukul.
“ Sekarang saya minta masyarakat agar bersabar menunggu hasil laboratorium ,” ucap Edison.
Menurutnya, manajemen dapur SPPG sepenuhnya dikelola kepala SPPG yang ditunjuk Badan Gizi Nasional,(BGN) termasuk ahli gizi juga. Yayasan disini hanya merekrut karyawan.
“ Mereka ( karyawan red) sudah dipanggil pihak keamanan untuk diminta keterangan bahkan saya juga sudah diminta keterangan bahkan telah menjelaskan alur dari BGN ,” ujarnya
Minta Masyarakat Bersabar Menunggu Hasil Laboratorium
Ia menegaskan tidak pernah terpikir untuk merancang dan merencanakan kejadian tersebut. Tiba-tiba insiden tersebut terjadi.
“ Kami juga bertanya-tanya sampai hari ini sambil menunggu hasil laboratorium.
Maka itu, diharapkan kepada masyarakat Kabupaten Jayapura lebih khusus distrik Depapre diminta bersabar menunggu hasil laboratorium terkait keracunan massal yang telah terjadi. Lewat hasil itu akan membuktikan penyebab itu bisa terjadi ,”harapnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihak Yayasan telah mengagendakan untuk mengundang sejumlah tokoh adat dipesisir tanah merah di Depapre untuk duduk bersama-sama membicarakan bagaimana kelanjutan MBG ini.
“ Kesepakatannya seperti apa, bersamaan itu kami juga akan menyampaikan permohonan maaf terkait insiden yang terjadi sekaligus diskusi bersama bagaimana supaya program Presiden Prabowo bisa berjalan kembali dengan baik ,” tambahnya.
Edison memaparkan, dapur SPPG Depapre melayani 2.200 penerima manfaat diseluruh siswa sekolah ,”paparnya.(Redaksi)



