Tinjau MBG di Jayapura, Yanni Serap Masukan untuk Perbaikan Layanan

oleh -138 views
Yanni saat berphoto bersama pelajar SD ketika meninjau MBG di Jayapura guna menyerap perbaikan layanan.(Foto. Istimewa)

Kilaspapua, Jayapura – Sejumlah sekolah di Kota Jayapura mulai merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjangkau banyak pelajar. Di lapangan, sekolah juga menyampaikan sejumlah masukan agar kualitas layanan program tersebut terus meningkat.

Masukan itu dihimpun Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua, Yanni, saat meninjau SD Negeri Inpres 1 APO, SD Negeri Inpres 2 APO, dan SMP Negeri 1 Jayapura, Jumat (5/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Yanni melihat langsung pelaksanaan program di sekolah. Ia berdialog dengan para guru dan pengelola pendidikan yang setiap hari berinteraksi dengan para penerima manfaat.

Yanni menilai kualitas makanan dan ketepatan distribusi menjadi faktor penting dalam pelaksanaan MBG. Menurut dia, manfaat program akan semakin terasa apabila menu yang disajikan memenuhi standar gizi, tiba tepat waktu, dan diterima siswa dalam kondisi baik.

“Program ini sangat baik dan manfaatnya besar bagi anak-anak. Masukan dari sekolah penting untuk memastikan pelaksanaannya terus membaik,” kata Yanni.

Variasi Menu dan Kualitas Makanan

Di SD Negeri Inpres 2 APO, Kepala Sekolah Dewi Hutagalung mengatakan para siswa menyambut baik kehadiran MBG sejak program diluncurkan. Program tersebut membantu anak-anak memperoleh asupan makanan bergizi selama mengikuti kegiatan belajar.

Menurut Dewi, salah satu masukan utama dari sekolah berkaitan dengan variasi menu. Menu yang disajikan masih sering didominasi telur dan ayam sehingga anak-anak menginginkan pilihan yang lebih beragam.

“Hari ini telur, besok ayam, kemudian kembali lagi telur dan ayam. Kalau menunya lebih bervariasi tentu anak-anak lebih bersemangat,” ujarnya.

Dewi juga berharap pengawasan kualitas bahan makanan diperkuat. Dalam beberapa kesempatan, sekolah menemukan buah yang kualitasnya kurang baik saat diterima siswa. Ia mencontohkan pisang yang ketika dibuka ternyata tidak segar, serta jeruk yang masih terlalu muda sehingga rasanya cukup asam bagi anak-anak.

“Program ini bagus. Kami hanya berharap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak terus ditingkatkan,” katanya.

Dewi juga menyampaikan aspirasi sebagian orang tua siswa yang berharap pemerintah mempertimbangkan program sekolah gratis sebagai bagian dari upaya membantu kebutuhan pendidikan anak.

Masukan lain disampaikan Kepala SD Negeri Inpres 1 APO, Matilda Noya. Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal pelaksanaan, layanan MBG ditangani dapur penyedia yang berbeda sebelum kemudian dialihkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bhayangkara.

Matilda menilai kualitas layanan mengalami perkembangan dibanding masa awal pelaksanaan. Ia masih mencatat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, antara lain kebersihan makanan dan ketepatan waktu distribusi.

Ia pernah menerima laporan adanya sayuran yang belum dibersihkan secara sempurna sehingga ditemukan cacing berukuran kecil. Beberapa kali pula makanan datang mendekati akhir jam belajar sehingga tidak seluruh siswa dapat menikmatinya dengan baik.

“Kami berharap kebersihan makanan semakin diperhatikan. Ketepatan waktu distribusi juga penting karena anak-anak memiliki jam belajar yang berbeda-beda,” ujarnya.

Matilda mengusulkan agar lokasi dapur penyedia makanan berada lebih dekat dengan sekolah-sekolah penerima manfaat. Jarak yang lebih dekat diyakini dapat membantu menjaga kualitas makanan sekaligus mempermudah pengawasan.

Datangi Dapur MBG

Usai berdialog dengan pihak sekolah, Yanni langsung menuju SPPG Bhayangkara di Dok II. Ia ingin memperoleh penjelasan langsung mengenai penghentian distribusi MBG yang dikeluhkan sejumlah sekolah selama beberapa hari terakhir.

Di lokasi tersebut, Kepala SPPG Jayapura Bhayangkara, Abraham Daondi, menjelaskan bahwa penghentian sementara distribusi berkaitan dengan proses penyesuaian anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Abraham, kondisi itu berdampak pada operasional dapur yang melayani 15 sekolah dengan total 3.439 siswa.

“Sebelumnya kami masih menggunakan dana talangan. Saat ini kami menunggu proses penambahan anggaran selesai agar pelayanan dapat kembali berjalan normal,” ujarnya.

Abraham mengatakan pihaknya memperoleh informasi bahwa proses penambahan anggaran telah dilakukan pada Jumat. Apabila seluruh tahapan administrasi selesai, layanan MBG dijadwalkan kembali berjalan pada awal pekan depan.

Dalam kunjungan tersebut, Yanni yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua didampingi Wakil Ketua Pokja Agama MRP, Izak R. Hikoyabi.

Catatan untuk Penyempurnaan Program

Gambaran yang ditemukan Yanni tidak sepenuhnya sama di setiap sekolah. Di SMP Negeri 1 Jayapura, pelaksanaan MBG justru mendapat apresiasi dari pihak sekolah.

Yanni melihat langsung makanan yang disiapkan oleh dapur MBG Polda Papua. Menu yang tersedia dinilai baik dan proses pelayanan berjalan lancar.

Menurut Yanni, perbedaan kondisi tersebut menjadi bahan penting untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan lebih luas dalam pelaksanaan MBG di Papua.

“Kami melihat manfaat program ini nyata. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi setiap hari. Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti variasi menu, kualitas bahan makanan, kebersihan, dan kesinambungan distribusi. Itu yang akan kami dorong agar terus dibenahi,” kata Yanni.

Hasil peninjauan tersebut menurut Yanni sebagai bahan evaluasi Variasi menu, kualitas bahan makanan, kebersihan, serta keberlangsungan distribusi menjadi beberapa catatan yang akan menjadi perhatian perbaikan untuk penyempurnaan pelaksanaan MBG di Papua.

Wakil Ketua Pokja Agama MRP, Izak R. Hikoyabi, menilai langkah Yanni turun langsung ke sekolah dan dapur MBG menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap program-program strategis pemerintah.

“Program ini sangat baik. Pengawasan perlu terus dilakukan supaya kualitas layanan tetap terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak Papua,” ujarnya.(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *