Kilaspapua, Waropen- Sidang Sinode ke XVIII Tahun 2022 di Kabupaten Waropen nantinya akan dijadikan sebagai momentum tonggak sejarah baru dalam perjalanan Gereja Kristen Injili ditanah Papua untuk 5 tahun kedepan maupun di era baru mendatang.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Sinode GKI Di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th mengingat dalam pesta akbar yang digelar di kabupaten waropen ini akan dilakukan amandemen tata Gereja dan peraturan-peraturan baru maupun Rencana strategis pembangunan pelayanan dalam GKI , Kajian Pendidikan juga sejumlah tata ibadah pelayanan serta ketetapan-ketetapan lainnya.
” Di sidang Sinode ke XVIII di Waropen ini akan menjadi sebuah momentum GKI di tanah Papua karena ditempat ini dimana hal-hal itu ditetapkan ” ucap Pdt Andrikus Mofu usai menggelar pertemuan dengan Panitia dan Klasis Waropen di Nonomi , Jumat (3/6/2022).
Sebelumnya, perencanaan amandemen GKI di Tanah Papua telah di bahas di tiga sidang Sinode yaitu Sidang Sinode ke XV di Wamena, Sidang Sinode ke XVI Sentani dan Sidang Sinode ke XVII Waisai namun belum juga di tetapkan,Sehingga BP AM Sinode dan seluruh Klasis memastikan disidang Sinode ke XVIII Waropen inilah amandemen tersebut akan tetapkan.
“Ini momentum sangat bersejarah untuk Waropen, karena akan tercatat dalam risalah perjalanan Gereja GKI di Tanah Papua” tandasnya.
Pada kesempatan itu ,Dirinya berpesan kepada pihak Kalsis dan seluruh jemaat GKI di Waropen dapat mengambil manfaat dari sidang ini agar jemaat mendapatkan azas manfaat untuk meningkatkan pendapatan ekonominya.
” Kalau bisa jual pinang ya harus disiapkan karena setiap orang yang datang tidak dengan dompet kosong pasti mereka punya kelebihan untuk datang kesini” ujarnya.
Diakhir Pdt Mofu memberikan apresiasi terhadap antusias masyarakat dalam menyambut momen ini tidak hanya datang dari warga GKI yang ikut menyambut baik tetapi denominasi gereja ikut mendukung bahkan para umat muslim di kabupaten ini memiliki semangat luar biasa.
” Mari kita jaga bersama dan jadikan momentum sidang Sinode ke XVIII di Waropen ini menjadi sebuah semangat untuk tetap kita menjaga kebersamaan dan merawat keragaman kita ” pungkasnya. (Rich)



