Kilaspapua, Purwokerto – SMKS Teknologi Informasi dan Komunikasi,(TIK) Sentani bersama Yayasan Pondok Karya Pembangunan,(YPKP) Sentani melakukan kunjungan inisiasi kerja sama ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (FIB Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam memperkuat pembelajaran Bahasa Jepang dan membuka peluang masa depan siswa untuk go internasional.

Kegiatan kunjungan inisiasi tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung B Fakultas Ilmu Budaya Unsoed. Agenda pertemuan meliputi membangun komunikasi awal, menjajaki ruang kerja sama, dan menyusun arah kolaborasi antara YPKP Sentani Papua dengan FIB Unsoed dalam penguatan pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta pembelajaran Bahasa dan Budaya Jepang bagi peserta didik.
Kepala SMKS YPKP TIK Sentani, Dr. Muhaimin, S.Pd.I., S.A.P., M.M.,menyampaikan bahwa penguatan Bahasa Jepang merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki wawasan internasional.
Menurutnya, lulusan SMK masa kini harus memiliki kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, karakter disiplin, mental kerja yang kuat, serta keberanian untuk belajar lintas budaya.
“SMKS YPKP TIK Sentani terus bergerak menyiapkan pendidikan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui inisiasi kerja sama dengan FIB Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah, kami berharap peserta didik mendapatkan penguatan Bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, dan motivasi untuk berani go internasional melalui jalur yang resmi, aman, dan bertanggung jawab,” katanya.
Muhaimin mengungkapkan, sekolah tidak hanya berorientasi pada kelulusan siswa, tetapi juga pada masa depan mereka setelah menyelesaikan pendidikan. Oleh karena itu, program penguatan bahasa asing, pengenalan budaya kerja, pembinaan karakter, serta penguatan jejaring dengan perguruan tinggi dan dunia industri menjadi bagian penting dari peta jalan pengembangan SMKS YPKP TIK Sentani.
Tindak Lanjut Program SMK Pusat Keunggulan 2023
Muhaimin menjelaskan, program penguatan magang ke luar negeri ini merupakan tindak lanjut dari dukungan bantuan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) yang diterima SMKS YPKP TIK Sentani pada tahun 2023. Dalam program tersebut, salah satu arah pengembangan yang diperkuat adalah pembukaan wawasan siswa terhadap peluang magang luar negeri, termasuk ke Jepang. Sebagai SMK PK, sekolah tidak ingin berhenti pada penerimaan bantuan dan pelaksanaan program sesaat, tetapi terus menjaga keberlanjutan program melalui penguatan kerja sama dengan berbagai pihak.
Dalam pertemuan inisiasi tersebut, sejumlah ruang kerja sama yang dibahas meliputi pembelajaran Bahasa Jepang secara daring, penyusunan materi ajar dasar, pengenalan Hiragana dan Katakana, percakapan harian, komunikasi kerja sederhana, etika kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, keselamatan kerja, serta adaptasi kehidupan dan budaya kerja Jepang. Materi tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi siswa sebelum mengikuti tahapan lebih lanjut terkait peluang magang atau kerja ke Jepang.
SMKS YPKP TIK Sentani juga menekankan bahwa setiap peluang magang dan kerja ke luar negeri harus dikelola secara hati-hati, resmi, transparan, dan sesuai regulasi. Sekolah memandang perlindungan siswa sebagai hal utama. Setiap proses harus tidak merugikan peserta didik, memperoleh persetujuan orang tua atau wali, dan dilakukan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kunjungan inisiasi ini sekaligus menunjukkan komitmen SMKS YPKP TIK Sentani untuk menjadikan pendidikan kejuruan sebagai jalan peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua. Dari Sentani, sekolah ingin membangun kepercayaan diri siswa agar mampu
belajar, beradaptasi, dan bersaing dalam dunia kerja yang semakin terbuka dan kompetitif.

Muhaimin menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman yang telah menerima kunjungan inisiasi kerja sama tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pondok Karya Pembangunan Sentani, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung pengembangan SMKS YPKP TIK Sentani.
“Kami berharap inisiasi ini dapat berlanjut menjadi program nyata yang memberi manfaat langsung bagi peserta didik. Anak-anak Papua harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar bahasa asing, memahami budaya kerja global, dan membangun masa depan yang lebih baik. SMK harus menjadi jalan bagi siswa untuk memiliki keterampilan, karakter, kemandirian, dan daya saing,” ungkapnya.
Sementara itu, kehadiran jajaran FIB Unsoed dalam kegiatan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan kolaborasi antara pendidikan tinggi dan pendidikan kejuruan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pendampingan akademik, membuka akses narasumber, serta menghadirkan program pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa dan dunia kerja.
SMKS YPKP TIK Sentani saat ini terus memperkuat berbagai konsentrasi keahlian, seperti Manajemen Perkantoran, Akuntansi, Desain Komunikasi Visual, serta Keperawatan dan Caregiving. Melalui pembelajaran berbasis praktik, program PKL, kelas industri, penguatan karakter, penguasaan bahasa asing, dan perluasan jejaring kerja sama, sekolah berkomitmen menyiapkan lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, melanjutkan pendidikan, dan berani menatap peluang internasional.
Kunjungan inisiasi kerja sama YPKP Sentani Papua ke FIB Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan potensi pendidikan kejuruan di Papua dengan sumber daya akademik perguruan tinggi nasional. Melalui langkah ini,
SMKS YPKP TIK Sentani terus berupaya menghadirkan pendidikan yang bermutu, adaptif, relevan dengan industri, dan berorientasi pada masa depan peserta didik untuk go internasional ,” imbuhnya.
Sementara, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (FIB Unsoed),Prof Dr. Ely Triasih Rahayu M. Hum mengharapkan, lewat MoU sekolah tidak hanya memfokuskan kompetensi keilmuan saja tetapi setidaknya harus mempersiapkan profesionalisme dari pelajar SMKS TIK Sentani itu sendiri. Tujuannya, supaya mereka bisa mengikuti perkembangan dunia kerja.
“ Kalau kita hanya mengandalkan ilmu disekolah maka ada kekurangan yang dibutuhkan oleh dunia kerja ,” harapnya.
Pada kunjungan tersebut, Ia juga membeberkan, pihaknya berkeinginan untuk menjadikan sekolah SMKS TIK Sentani tujuan untuk program AMSP ( Asistensi Mengajar di Satuan ) atau disebut juga PKL disekolah-sekolah.
“ Kami sudah memasukkan sekolah SMKS TIK Sentani menjadi AMSP prodi pendidikan bahasa jepang dan ini bisa dilakukan offline maupun online ,” bebernya.
Ketua Yayasan Pondok Karya Pembangunan,(YPKP) Sentani, Drs. Supriyadi, M.Pd mengatakan, Yayasan siap mendukung supaya inisiasi yang sudah dilakukan terwujud hingga terjalin kerja sama.
Ia menyebutkan, setelah disepakati, maka bahasa jepang akan menjadi mulok,( Muatan lokal) di SMKS TIK Sentani dengan sasaran siswa kelas I .
“ Supaya siswa lebih dipersiapkan diluar dan dunia industri terutama ke jepang ,”sebutnya.(Redaksi)





