Kilaspapua, Waropen – Gereja Kristen Injili ditanah Papua secara resmi memutuskan Klasis GKI Wondama di Kabupaten Teluk Wondama sebagai tuan rumah penyelenggara Sidang Sinode Ke -19 pada Tahun 2027 mendatang.
” Pada hari ini (red-kamis 21/7/2022) telah ditetapkan bahwa Klasis GKI Wondama di kabupaten Teluk Wondama diberi tanggungjawab jawab untuk menjadi tuan dan nyonya rumah sidang sinode ke-19 pada tahun 2027″ ungkap Wakil Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Hiskia Rollo kepada awak media usai sidang paripurna IV di GKI Jemaat Betania Waren.
Dikatakan Ketua PGI Wilayah Papua ini , Sebelum penetapan Klasis GKI Wondama sebagai tuan rumah 2027 , Bahwa Klasis GKI Mimika ikut menawarkan diri sebagai calon pelaksana sidang sinode ke-19 ,Namun setelah mendengar masukan dan pandangan dari peserta resmi sidang akhirnya mereka(red-klasis Mimika) dengan rendah hati menerima keputusan pelaksanaan sidang sinode ke-19 di kabupaten teluk Wondama.
Menurutnya dengan terpilih nya Wondama penyelenggara Sidang Sinode ke-19 , mengingatkan kembali pusat peradaban orang Papua pada 25 Oktober 1925 silam oleh Izak Samuel Kijne yang meletakan peradaban orang Papua.
Oleh karena itu lanjut Hiskia mengikuti tapak-tapak kaki sejarah tempo dulu semua peserta bersepakat Wondama sebagai pelaksana sidang sinode ke-19, Walaupun sebelumnya pada sidang sinode ke-16 di Sentani dan Sidang sinode ke-17 di Raja Ampat saat itu Wondama ikut mengajukan diri namun kalah dalam voting .
” Ini kali ketiga Wondama mengajukan diri untuk tuan rumah , Maka tidak elok kalau tidak dapat lagi ,sehingga kesepakatan bulat semua telah memberikan suara dan bahkan klasis Mimika telah juga memberikan dukungan” tutur Hiskia.
Selain itu dalam kesepakatan bersama pada sidang tersebut kata Hiskia telah disepakati untuk sidang sinode ke- 20 tahun 2032 dilaksanakan di Klasis GKI Mimika karena menyangkut Regio ,GKI yang berada provinsi Papua dan Papua Barat tidak hanya ada di Utara tetapi juga ada di Selatan .
” Keputusan kita juga harus bisa mengakomodir warga gereja kita yang berada di wilayah selatan” tandas Hiskia.
Dalam kesempatan itu , Hiskia Rollo mengatakan bahwa agenda sidang pada Paripurna IV ini telah ditetapkan beberapa ketetapan diantaranya, terkait Pengakuan iman GKI, penetapan 15 Bakal Klasis telah disahkan menjadi Klasis penuh, Keputusan jemaat-jemaat kategorial dileburkan untuk digabungkan ke Klasis.
” Selain itu sudah diputuskan menyangkut situs-situs , Keputusan tentang Rasul Papua, Mansinam Pulau Injil juga sudah diputuskan pemberian nama bandara dari para misionaris dan juga dari para pemimpin gereja baik itu datang dari luar negeri atau kita orang Indonesia” pungkas Hiskia. (Rich)



