Kilaspapua, Sentani – Bupati Jayapura, Yunus Wonda menyebutkan, sebagai mantan anggota DPRP yang telah 15 tahun, dirinya bukan orang baru yang menerima aspirasi aksi demo sebab dari demo yang paling rusuh saja sudah pernah dirasakan. Dan itu tak lain dari ekspresi dirinya sebagai pejabat publik yang harus diterima.
“ Tetapi bagi pendemo, setidaknya dalam menyampaikan aspirasi diminta menjaga etika mengingat ada masyarakat lain yang tidak mengerti aksi demo yang dilakukan ,” sebut Bupati Yunus kepada wartawan usai rapat bersama pemerintah Kabupaten Jayapura dengan segenap stakeholder dilingkup pemerintah Kabupaten Jayapura menyikapi situasi kamtibmas disalah satu hotel di Sentani, Selasa (2/9/2025).
Maka itu, Bupati Yunus berharap ketika menggelar aksi demo atau menyampaikan pendapat setidaknya pendemo bisa menjaga etika untuk bagaimana menyampaikan pendapat dengan baik tanpa menggangu lingkungan dan kenyamana masyarakat sekitar ,” harapnya.
3 Bulan Direncanakan Bertemu Paguyuban
Bupati Yunus telah menyetujui rencana pertemuan dengan seluruh paguyuban di Kabupaten Jayapura setiap 3 bulan.
“ Seluruh paguyuban, tokoh kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, ondoafi, ondofolo. Hal ini penting sebagai sarana masukan kepada pemerintah agar kita bersama-sama menciptakan kamtibmas yang aman dan nyaman di Kabupaten Jayapura. Tak lupa Bupati mengajak masyarakat agar menjaga dan menciptakan kamtibmas rasa aman dan nyaman sehingga aktivitas berjalan seperti biasa ,” ujarnya.(Redaksi)



