Antrean BBM di Kota dan Kabupaten Jayapura Jadi Perhatian Yanni Dan Pengurus Gerindra Papua, Wakili Keresahan Masyarakat

oleh -192 views
Antrean BBM di Kota dan Kabupaten Jayapura Jadi Perhatian Yanni Dan Pengurus Gerindra Papua, Wakili Keresahan Masyarakat

Kilaspapua, Jayapura – Jajaran pengurus Gerindra Provinsi Papua yang dikomandoi Yanni sekaligus anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua menemui manajemen Pertamina Regional Maluku – Papua Sabtu, 4 Juli 2026. Membahas ketersediaan BBM dan antrean BBM dibeberapa SPBU di Kota Jayapura.

Yanni saat berbicara dengan manajemen Pertamina Regional Maluku –  Papua pada saat melakukan kunjunga bersama pengurus Gerindra Papua. (Foto. Istimewa)

Anggota Fraksi Gerindra, Yeyen, mengatakan, Pertemuan ini dilakukan karena dia kerap melihat langsung kondisi tersebut saat beraktivitas sehari-hari. Hal itu kemudian mendorongnya untuk mengambil langkah konkret mewakili keresahan masyarakat.

“Saya setiap hari melintasi jalan ke kantor dan melihat antrean BBM yang belakangan ini semakin panjang. Ini menjadi perhatian saya sebagai wakil rakyat, karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat, terutama para pengguna kendaraan yang bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari,” kata Yeyen.

Menurut Yeyen bahwa, lewat pertemuan dengan Pertamina ini nanti diketahui penjelasan terkait persoalan tersebut, termasuk kendala yang dihadapi dalam distribusi BBM.

“ Harapannya, Pertamina dapat segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus melakukan pengawasan supaya distribusi BBM tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu ,” ucapnya.

Yanni bersama pengurus Gerindra Papua serta manajemen Pertamina regional Maluku – Papua berphoto bersama setelah pertemuan. (Foto. Istimewa)

Sementara, General Manager Pertamina Regional Papua-Maluku, Awan Raharjo menjelaskan, saat ini tidak terdapat masalah dari sisi ketersediaan stok BBM di wilayah Jayapura sehingga dipastikan pasokan BBM berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Kami sampaikan bahwa dari sisi kuota dan stok itu sangat mencukupi. Bahkan data digitalisasi SPBU menunjukkan bahwa ketersediaan BBM di SPBU dalam kondisi baik dan tidak mengalami kekurangan,” jelasnya.

Namun demikian, dia mengungkapkan, antrean panjang terjadi akibat meningkatnya permintaan pasca kenaikan harga BBM. Kondisi ini menyebabkan jumlah konsumen yang datang ke SPBU meningkat secara signifikan.

Selain itu, Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat keamanan, guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan.

“Kami bersama pemerintah daerah, kepolisian, hingga TNI rutin melakukan sidak untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan. Dari hasil pengecekan, memang ditemukan beberapa kendaraan yang tidak sesuai ketentuan dan langsung ditindak oleh pihak berwenang,” ungkapnya.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga penyaluran BBM tetap tepat sasaran dan menghindari penyalahgunaan oleh oknum tertentu.

Meski demikian, Pertamina juga meminta dukungan dari seluruh pihak agar upaya perbaikan dapat berjalan optimal, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan antrean BBM dapat segera teratasi ,” imbuhnya.(Rilis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *