Kehadiran Sekolah SD Charis di Yapen Menjadi Pola Baru Pendidikan Anak

oleh -54 views
Pendiri Sekolah Charis National Academy Paul Richardson dan Mantan Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar ketika berswafoto dengan para Guru Charis bersama sejumlah wartawan dari Yapen.(Foto. Rich)

Kilaspapua, Malang – Charis National Academiy merupakan salah satu sekolah bertaraf Nasional yang berada di Kota Malang Provinsi Jawa Timur, sekolah ini memiliki empat jenjang pendidikan yakni TK,SD,SMP dan SMA.  Dengan bernuangsa agama kristiani, sekolah ini telah banyak menamatkan anak didiknya melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi di beberapa Negara.

Selain di Kota Malang Sekolah  Charis National Academy juga terus  melebarkan jangkauan pelayanan pendidikan ke luar pulau Jawa seperti di wilayah Papua dimana salah satunya terdapat Kabupaten kepulauan Yapen.

Hadirnya di Kepulauan Yapen, tentu diprakarsai oleh pemerintah kabupaten Kepulauan Yapen yang saat itu dipimpin bupati Tonny Tesar, dan sekolah dasar Charis ini terletak  di kampung Kontiunai Distrik Yawakukat berdiri sejak tahun 2020.

Dengan usia yang  masih seumur jagung Sekolah dasar charis menjadi kebanggaan warga Kepulauan  Yapen  khususnya  para orang tua dikampung Kontiunai

Pendiri academy Charis National Paul Richardson menuturkan, kehadiriran Sekolah  Charis di Yapen adalah untuk memberikan sebuah cara pendidikan baru yang terfokus terhadap pendidikan akhlak yang mendorong minat belajar sejak anak dini.

“Sekolah ini menerapkan disiplin  seperti pola hidup sehat mulai dari pola makan yang teratur dan pola kreatifitas yang menunjang tumbuhnya niat belajar para anak didik,” ungkap pria berdarah Amerika yang lahir di Papua ini.

Paul Richardson sendiri lahir di Kabupaten Asmat Provinsi Papua, Dia sempat bersekolah di Papua sampai kelas 5 SD yang selanjutnya berpindah belajar ke Amerika setelah orangnya berpidah tugas dari Papua. Namun demikian, dirinya mengaku sangat mencintai Negara Indonesia terlebih khusus Papua tanah kelahirannya. Ia pun terus berusaha mengapdikan dirinya membangun Papua lewat pendidikan.

Sementara itu, Ibu guru Karla yang merupakan Kepala Sekolah TK di Yayan Charis mengisahkan,  proses pembelajaran di SD charis Yape  sama sperti pembelajaran di Academy Charis yang berada di Kota Malang,  budaya baru seperti kebersihan dan wajib makan pagi bagi semua anak didik disekolah itu menjadi kewajiban agar mereka punya energi dan otaknya sudah siap untuk belajar

“Setiap anak itu anak  wajib makan pagi dan siang juga mandi agar terbiasa bersih,” ujarnya.

Karla menyebutkan, bahwa mantan Bupati Tonny Tesar yang datang ke sekolah tersebut telah membuktikan kemampuan para anak-anak disana, setiap anak lebih cepat tau membaca, menulis dan berhitung setalah dilakukan metode diferensiasi oleh  guru-guru Charis National Academy.

” Para orang tua murid-murid kami sekarang mengerti bahasa inggris  bahkan kalau mereka orang tua ke sekolah bisa mengucapkan thank you kepada guru-guru kami ” terang  Carla kepada wartawan saat ditemui di Academy Charis National,  Senin(21/11/2022) yang ikut didampingi Kepala SD Charis Kota Malang, Susane Ikawati , Kepsek Transformation dan Office manager Ghea Marcia Puspito.

Lanjut  Carla , Para orang tua murid saat ini selalu memberikan support terhadap keberadaan SD Charis  Kontiunai meskipun dana bantuan dari pemerintah di tahun ke dua berkurang, namun pihak sekolah selalu bergumul dan sempat menyarankan agar pemberian makan kepada murid hanya dilakukan satu kali saja tetapi hal itu urung dilakukan karena para orang tua di sana belum terbiasa memberikan makan di pagi hari.

” Kami bilang kepada orang tua kalau uang kami tidak cukup lagi memberi makan lagi tetapi diawal tahun ini kami menerima  sumbangan sebesar 8 juta dari para orang tua untuk menunjang kebutuhan anak-anak” ujar Carla.

Dalam kesempatan itu mantan Bupati  Tonny Tesar yang  sengaja berkunjung ke Kota Malang menyempatkan diri mengunjungi  Academy Charis National dengan mengajak sejumlah wartawan bercerita tentang keberadaan sekolah Charis di Kanpung Kontiunai telah menunjukkan prestasi baik.

Dirinya berharap sekolah ini dapat terus eksis dan lebih maju lagi meskipun dirinya tidak lagi sebagai pimpinan daerah karena kehadiran Sekolah Charis di Yapen bukan  semata-mata hasil kerja keras pemerintah, Melainkan campur tangan Tuhan.

Untuk itu Pemerintah dan para orang tua tentunya mendukung keberadaan sekolah itu agar tetap berjalan dengan baik. (Rich)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *