Kilaspapua, Sentani – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni kembali menunjukkan kepedulian kepada keluarga korban Alm Elis Agustina Yotha, korban yang meninggal akibat dibakar suaminya oknum TNI AU yang bertugas di Lanud Silas Papare, Serka MM.
Untuk kesekian kalinya, Yanni mendatangi kediaman keluarga korban yang berada di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Kali ini, perhatian Yanni secara khusus tertuju pada masa depan anak korban yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK).
Yanni tiba didampingi Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Jayapura, Tina Setiyani Lalona.
Dalam kesempatan tersebut, Yanni tidak hanya memastikan bantuan dana yang sebelumnya diberikan digunakan untuk kepentingan anak korban, tetapi juga menyerahkan bantuan sembako bagi keluarga korban.
Yanni mengatakan, kunjungannya merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga korban sekaligus memastikan bantuan yang telah diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan anak.
“Saya kembali datang untuk memastikan bantuan yang saya berikan diperuntukkan bagi kepentingan anak tersebut. Saya berharap bantuan ini dapat digunakan untuk kebutuhan anak, terutama pendidikannya,” ujar Yanni usai kunjungan, Kamis (27/8/2026).
Ia menegaskan, bantuan tersebut diberikan karena rasa prihatin terhadap kondisi anak korban yang masih kecil dan harus tetap mendapatkan perhatian agar pendidikan serta kebutuhan masa depannya tidak terabaikan.
“Bantuan ini saya berikan karena keprihatinan saya kepada anak tersebut. Saya berharap bantuan ini bisa digunakan untuk kepentingannya,” katanya.
Selain bantuan untuk kepentingan anak, Yanni juga memberikan sembako kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Doa Sang Nenek
Kunjungan Yanni disambut penuh haru oleh Barbalina Felle, nenek dari anak korban.
Barbalina menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang terus diberikan Yanni kepada keluarganya.
“Kami mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan, juga kepada Ibu. Kami selalu mendoakan agar Ibu diberikan kesehatan dalam menjalankan pekerjaan, selalu sehat dan sukses. Tuhan berkati,” tutur Barbalina.
Sebagai seorang nenek, Barbalina mengaku tidak mampu membalas seluruh kebaikan yang telah diberikan. Ia hanya dapat mendoakan agar Yanni selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan.
“Kita tidak bisa membalas semua kebaikan Ibu. Mama selalu berdoa kepada Tuhan, semoga Ibu selalu sehat dan sukses selalu,” katanya.
Barbalina menjelaskan, cucunya saat ini masih duduk di bangku TK. Ia berharap pendidikan cucunya dapat terus berjalan dan kelak bisa melanjutkan ke jenjang sekolah dasar.
“Yang tua sudah TK, mungkin tahun depan sudah masuk SD kelas satu. Yang kedua belum,” ungkapnya.
Keluarga tersebut diketahui memiliki dua anak. Anak pertama saat ini telah mengikuti pendidikan di TK, sedangkan anak kedua masih belum memasuki usia sekolah.
Bantuan yang Menjaga Harapan
Bagi Yanni, bantuan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi. Di dalamnya ada perhatian terhadap masa depan seorang anak yang masih memiliki perjalanan panjang dalam menempuh pendidikan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak, sehingga di tengah kondisi keluarga yang tidak mudah, masa depan dan pendidikan anak tetap menjadi perhatian.
Sementara bantuan sembako yang diserahkan kepada keluarga diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga korban.
Bagi Barbalina, perhatian yang diberikan Yanni menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi keluarganya. Di tengah luka yang masih membekas akibat peristiwa yang menimpa keluarganya, sang nenek memilih menyampaikan rasa terima kasih melalui doa.
Sebab, bagi seorang nenek, tidak ada harapan yang lebih besar selain melihat cucunya tetap bersekolah, tumbuh dengan baik, dan suatu hari nanti memiliki masa depan yang lebih cerah.
“Semoga Ibu selalu sehat dan sukses selalu. Tuhan berkati,” ucap Barbalina.(Rilis)



