BPS dan Pemda Waropen Tahun ini Targetkan Perda Satu Data Indonesia

oleh -132 views

Kilaspapua, Waropen – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Waropen melaksanakan evaluasi survei Nasional (susenas) Tahun 2022 dan pembinaan statistik sektoral bersama OPD terkait di lingkungan Pemda Waropen, meyepakati target Perda satu data Indonesia di tahun ini, yang kegiatan ini digelar di aula pertemuan Hotel Merpati Urfas, Kamis (17/11/2022).

Kepala BPS Waropen Dio Banuvin Perkasa Ginting mengungkapkan kegiatan evaluasi susenas merupakan tahap penting guna meyelaraskan data antara BPS dan pemerintah kabupaten Waropen kerena susenas sebagai induk survei.

“susenas Ini merupakan menjadi induknya survei karena dari susenas banyak indikator pembangunan secara makro bisa didapat, contohnya kemiskinan, IPM, dan tentang konsumsi masyarakat dapat dilihat dari susenas, data susenas juga salah satu penyusun untuk menghitung Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” ucap Ginting.

Kegiatan pembinaan statistik sektoral tersebut menghadirkan empat orang pembicara dari BPS Provinsi Papua dengan topik materi terkait susenas , kegunaan susenas PDRB dan tentang satu data Indonesia.

Menurut Ginting, tujuanannya adalah memberitahukan kepada pemerintah daerah melalui OPD terkait perihal penyediaan satu data Waropen.

“data BPS itu adalah data statistik dasar sedangkan data lainnya itu milik OPD jadi BPS tidak bisa bekerja sendiri kita harus membutuhkan data-data lain dari berbagai OPD di daerah ini,” ungkapnya.

“Pembina sektoral yaitu Bapeda serta kominfo sebagai wali data dapat memberitahukan kepada stakeholder lainnya, agar satu data seluruh indonesia di Kabupaten Waropen dapat berjalan sehingga statistik sektoral kita jalan, dan pada akhirnya data yang ada ini bukan dikatakan data BPS, Bapeda atau data Dinas lain tapi satu data Waropen ,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Dio Ginting, bahwa dari hasil evaluasi tersebut terdapat kesepakatan dua program yang akan di kerjakan bersama dalam tahun ini, yaitu mengejar perda satu data Indonesia yang saat ini sudah di draf dan indeks penilaian statistik (IPS) oleh BPS, Bapeda dan Dishubkuminfo untuk menilai bagaimana pelaksanaan statistik di Waropen,”tuturnya. (Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *