Sejarah Dan Adat Istiadat Kampung Adat Homfolo

oleh -109 views
Kantor kampung adat Homfolo.(Foto. KMAN VI)

Kilaspapua, Sentani- Kampung adat Homfolo merupakan salah satu dari lima  kampung yang termasuk dalam Wilayah administratif Distrik Ebungfauw – Kabupaten Jayapura. Kampung Adat Homfolo terletak di sebelah Barat  ibukota Distrik Ebungfauw, dengan batas  wilayah sebelah Utara, berbatasan  dengan kampung Yoboi, sebelah Selatan berbatasan dengan Kampung Skori Distrik Kemtuk, sebelah Barat berbatasan dengan kampung Babrongko, sebelah Timur berbatasan  dengan Kampung Kameyaka.

Kampung adat Homfolo terletak disebelah dataran bagian selatan Kota Sentani dengan jarak sekitar 10 kilometer yang dapat dicapai dengan mempergunakan speedbout  dari dermaga Yahim. Selain itu, bisa melewati jalan darat- lingkar Danau Sentani.

Ada dua RW, dan empat RT. Luas Wilayah keseluruhan  mencapai 214 Hektar, Luas Daratan 202 Hektar, Luas Perairan  danau 12 Hektar.

Tempat Ibadah ada tiga tiga 3 Gereja, Yaitu : Kema Injil ,  GPDI, Adven, dan  khusus GKI warga kampung beribadah di kampung Baborongko yang jaraknya sekitar 300 meter saja.

Rekaman sejarah singkat tentang kampung ini yaitu; dikenal dengan nama Kampung Adat Homfolo, sebutan (Homfolo) dalam bahasa sentani Homfolo adalah Bhoungai Aninai.

Masyarakat yang berdomisili di Kampung Adat Homfolo asal usul nenek moyangnya tinggal di Pulau Ajau bersama Koloninya, yaitu Kampung ifale, Kampung Hobong dan Kampung Ifar Besar dan dipimpin oleh seorang Ondofolo bernama Hokhondo (Ondofolo pertama) sekitar tahun 1700-an.

Ondofolo Rokhoro Kampung Homfolo, Anderson Tokoro, kepada Tim Media Center KMAN VI yang bertandang ke kampung Homfolo 29/9/2022 mengatakan bahwa, soal tradisi kerjasama dari sisi adat istiadat, ada kampung-kampung yang sudah sejak dahulu mempunyai hubungan kerja, Ada perserikatan dalam tatanan adat kami yang dikenal dengan istilah ” Heasay .”

Dalam perserikatan Heasay ini, beberapa kampung secara turun temurun telah diikat menjadi satu untuk melakukan sesuatu. Contohnya Rencana Persiapan KMAN tahun ini,  apabila ada kegiatan kerja yang besar, yang melibatkan orang banyak dalam waktu singkat, maka kami akan manfaatkn kapasitas budaya perserikatan untuk menyelesaikannya.

Tradisi ini merupakan tradisi kuno, tapi dalam kehidupan sekarang sangat memberikan nilai tambah dalam mendorong pembangunan, tuturnya. (KMAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *