57 Pelaku Usaha Mikro Ikuti Pelatihan Pembuatan Aneka Kue Bahan Dasar Lokal Dari Dinas Koperasi Dan UMKM Kabupaten Jayapura Selama 3 Hari

oleh -108 views
Perwakilan kelompok usaha dari wilayah I, II , III dan IV mendapatkan peralatan pembuatan aneka kue dalam yang digelar dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura.

Kilaspapua, Sentani – Dinas koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah,(UMKM) Kabupaten Jayapura menggelar kegiatan pelatihan kuliner pembuatan aneka kue kepada 57 pelaku UMKM mikro dari 20 kelompok usaha dari wilayah pembangunan I, II , III dan IV di Hotel Yudha Yudha Sentani selama 3 hari dari tanggal 7 hingga 9 Juli 2026 .

Mewakili Bupati Jayapura, Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos, MKP membuka kegiatan tersebut.

Ketua panitia kegiatan, Rosalyna Monim, SH dalam sambutannya mengatakan, tujuan kegiatannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro dibidang kuliner khususnya dalam pembuatan aneka kue dan roti berbahan dasar lokal sehingga bisa meningkatkan kualitas produk inovasi usaha dan daya saing di pasar.

“ Selama kegiatan ini, pelaku mikro akan mengikuti beberapa materi seperti, kebijakan pemerintahan dibidang UMKM, teknik dasar pembuatan kue , praktek langsung pembuatan kue modern dan tradisional, teknik pengemasan produk yang menarik, strategic pemasaran yang sederhana. Maka itu dihadirkan narasumber dibidang kuliner dan kewirausahaan untuk memberikan materi kepada peserta selama kegiatan berlangsung ,” katanya, Selasa (7/7/2026).

Sementara, Kepala dinas koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah,(UMKM) Kabupaten Jayapura, Haryanto, SE mengungkapkan, pelaku mikro yang mengikuti kegiatan ini juga mendapatkan bantuan peralatan usaha untuk 20 kelompok usaha yang bersumber dana Otsus tahun 2026.

“ 2 Milliar dana Otsus untuk tahun ini akan selektif digunakan dalam pengguna manfaat sehingga pada kegiatan kami bersama tim berusaha mencari tahu langsung ke kampung pelaku UMKM yang memiliki usaha namun terbatas peralatan yang dimilikinya ,” ungkapnya.

Harapannya pelaku mikro yang mengikuti kegiatan in tetap konsisten sehingga kedepannya akan dibantu dalam hal sertifikasi ,” harapnya.(Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *