Tingkatkan Kapasitas TRC Bencana, BPBD Kabupaten Jayapura Lakukan Sosialisasi ke Tingkat Distrik

oleh -26 views
Wabup Giri saat menyampaikan sambutan pada Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana serta Sosialisasi Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura.(Foto.RZR)

Kilaspapua, Sentani – Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro menghadiri sekaligus membuka Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana serta Sosialisasi Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura Tahun 2022.

Kegiatan yang sekaligus dirangkai dengan ujicoba aplikasi Inovasi Share Lokasi dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua ini, berlangsung di Gedung Serba Guna GKI Yahim, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (22/66/2022).

Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro usai membuka kegiatan mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura memberi apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap kegiatan yang sama bisa terus dilakukan untuk distrik lainnya di Kabupaten Jayapura.

“Hari ini dilakukan sosialisasi yang digerakkan oleh Polda Papua, dan terima kasih kami dari Pemda Kabupaten Jayapura. Semoga kegiatan ini tidak hanya di Distrik Sentani, karena di distrik-distrik lain juga perlu (dilakukan). Nanti kita bisa kerjasama kembali dan kita selalu mendukung,” ungkap Wakil Bupati Giri Wijayantoro usai membuka kegiatan.

Lebih lanjut, Wabup Giri berharap dengan pengembangan kapasitas TRC Bencana dari DPBD Kabupaten Jayapura ini akan semakin meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

“Dari pengalaman yang waktu lalu terjadi bencara di tahun 2019, mudah-mudahan ke depan makin tanggap lagi dan masyarakat juga mulai mengerti ketika membangun hunian jangan di bantaran sungai atau pinggir sungai, minimal menjauh untuk mengurangi resiko dampak banjir yang terjadi,” harapnya.

Selain menghindari mendirikan pemukiman di daerah rawan bencana, wabup juga menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari lokasi bencana jika tidak ada kepentingan tertentu. Karena sering kali terjadi, mereka yang datang ingin menyaksikan kejadian bencana justru menjadi korban karena kurangnya kewaspadaan.

“Seperti (kejadian) beberapa waktu lalu juga yang jadi korban itu justru sebenarnya yang datang menonton ketika bencana sedang terjadi, dikarenakan menonton kejadian itu akhirnya menjadi korban terseret arus air yang deras, yah kalau tahu ada bencana dan bahaya kita harus menjauhinya bukan menonton seperti yang sudah pernah terjadi di Kabupaten Jayapura,” ungkap pria yang gemar berkebun dan pertanian ini.

“Mari sama-sama meningkatkan kesadaran bersama, agar tidak lagi ada korban. Cukup penglaman di tahun 2019 menjadi pelajaran berharga untuk kita semua,” Pungkasnya.

Untuk itu, dirinya berharap perlu adanya kesadaraan bersama untuk mengurangi resiko terjadinya bencana dan menghindari menjadi korban dari kejadian bencana itu sendiri,”ungkapnya. (RZR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *