Di PHK Sepihak, 22 Pekerja PT. Rimba Matoa Lestari Mengadu Ke LBH Papua Justice & Peace

oleh -220 views
22 Pekerja PT. Rimba Matoa Lestari saat minta bantuan LBH Papua Justice & Peace terkait PHK sepihak.( Foto. LBH Papua Justice & Peace)

Kilaspapua, Jayapura- Sebanyak, 22 Pekerja PT. Rimba Matoa Lestari mengadu ke LBH Papua Justice & Peace. Hal itu dilakukannya, setelah PT. Rimba Matoa Lestari melakukan PHK secara pihak.

Ketua LBH LBH Papua Justice & Peace, Yulianto, SH,MH mengatakan, dari 65 pekerja tersebut, 22 (Dua puluh dua) orang pekerja meminta bantuan hukum kepada Lembaga Bantuan Hukum PAPUA JUSTICE & PEACE bahkan telah menandatangani Surat Kuasa Khusus Tertanggal 3 Agustus 2022 untuk mengajukan gugatan Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap PT Matoa Rimba Lestari yang berlokasi di Distrik Urunumguay Sentani Kabupaten Jayapura ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura,” katanya, Kamis (4/8/2022).

Adapun 22 (Dua puluh dua)  orang pekerja masing-masing bernama, Fransiskus Bria, Yanuarius Malelak, Rosalinda Nae, Fransiskus Seran Kawaik, Yustus Yopelinus Yansip, Ana Maria Hoar, Agustinus Seran, Boas Yewi, Ester Fianus Klau, Antonius Asa, Marianus Nahak, Arnoldina Lekik, Yulius Bria Klau, Kristina Bano, Dion Teti, Aleksius Seran, Lorens Nahak, Egidius Nahak, Herkulana Hoar, Emerenciana Fore, Aryanto Nahak, Anastasia Luruk

Sebelumnya diberitakan, PT RIMBA MATOA LESTARI telah mem PHK secara sepihak 65 orang pekerja yang berstatus  karyawan tetap dan karyawan harian lepas dengan masa kerja beragam;

Bahwa PHK yang dilakukan oleh PT RIMBA MATOA LESTARI tersebut berawal dari Pihak Pengusaha telah menerbitkan Surat PHK dengan Nomor : 0184/HRD/KSS-RML/NT/I/2021 tertanggal 28 Januari 2021, Perihal : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan kualifikasi Pengunduran diri terhadap 65 orang pekerja yang diterima oleh Pekerja  dari Disnaker Kabupaten Jayapura pada tanggal 19 Februari 2021 .

Bahwasanya pada tanggal 9 Februari 2021 ketika Pekerja menerima gaji, Pekerja tidak tahu bahwa mereka sudah di PHK.

Terhadap perselisihan tersebut pihak Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jayapura telah melakukan mediasi antara Pekerja dan Pengusaha dalam hal ini PT Rimba Matoa Lestari yaitu mediasi pertama pada tanggal 31 Maret 2021, mediasi kedua pada 12 April 2021 dan mediasi ketiga pada 21 April 2021, namun tidak mencapai kata sepakat.

Dikarenakan tidak mencapai kata sepakat antara Pekerja dan Pengusaha maka pada tanggal 19 Juli 2021 Mediator Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jayapura mengeluarkan surat Nomor : 500/908 Perihal  Anjuran Mediator,  yaitu :

  1. Agar PT Rimba Matoa Lestari membayar hak-hak pekerja An. Rocky dkk (65 orang) sebagaimana diatur dalam PP 35 Th 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan waktu Istirahat dan PHK berupa uang pesangon sesuai ketentuan pasal 40 ayat (2) , uang penghargaan masa kerjapasal 40 ayat (3) , uang penggantaian hak pasal 40 ayat (4) dan upah proses sebesar Rp. 2.577.970.200,- (Dua Milyar Lima Ratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Dua Ratus Rupiah), dengan rincian terlampir.
  2. Agar kedua belah pihak memberikan jawaban atas anjuran tersebut selambat-lambatnya dalam jangka waktu 10 hari kerja setelah menerima surat anjuran ini. (Release LBH PAPUA JUSTICE & PEACE)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *