Di Yapen, Seorang oknum TNI terlibat perkelahian antar kelompok pemuda

oleh -190 views

Kilaspapua, Yapen- Perkelahian pemuda terjadi antara kampung Randawaya dengan kampung Warironi, Distrik Ampimoi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Rabu (4/5/2022) sekitar pukul 21.00 wit. Akibatnya, 6 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Indra Fahmi.S.H.,S.I.K mengatakan, akibat pertikaian tersebut, Personil Polres Yapen langsung diturunkan kelokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya bentrok susulan.

” Ya, saat kami mendapatkan informasi anggota polres langsung menuju ke tempat kejadian untuk melakukan pengamanan juga meredam aksi massa susulan yang di pimpin oleh Kasat Reskrim Ipda Dedy Syahputra Bintang, S.Tr.K., M.H dan paling utama mengevakuasi korban agar mendapatkan penanganan medis,” kata Kapolres Ferdyan.

Untuk motif, Kapolres menjelaskan bermula saat pemuda Kampung Randawaya sedang berkumpul-kumpul di badan jalan dan itu membuat masyarakat yang melintas terasa terganggu sehingga pengendara menegur sekelompok pemuda tersebut, namun tidak terima dan langsung melakukan pemukulan kepada pengendara tersebut. Tak terima dipukul, pengendara ( korban ) langsung menginformasikan kepada pemuda pemuda Kampungnya Warironi untuk melakukan pembalasan.

” Saling menyerang terjadi dan mengakibatkan korban luka-luka dari kedua kelompok tersebut, empat dari kampung Randawaya dan dua dari kampung Warironi sehingga berjumlah 6
baik itu korban pemukulan tangan kosong maupun menggunakan senjata tajam,” ucap Kapolres Yapen melalui teleponnya. Kamis (5/5/2022).

Lebih lanjut dikatakan Kapolres, dalam perkelahian itu juga diduga seorang oknum anggota TNI yang bertugas di Kodam XVIII Kasuari ikut terlibat, sehingga pihaknya telah berkoordinasi dengan Kodim 1709/Yawa.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kodim 1709/Yawa guna memastikan statusnya, apakah yang bersangkutan di sini dalam rangka cuti atau ada hal lain itu yang masih di dalami bahkan yang bersangkutan saat ini sedang di tangani medis dan proses hukumnya sudah berjalan untuk di proses,” ujarnya.

Sementara untuk korban luka, Kapolres mengungkapkan, sudah di evakuasi ke RSUD Serui yang sebelumnya di lakukan pertolongan medis di puskesmas setempat namun keterbatasan peralatan medis, sehingga kemudian dirujuk ke RSUD agar mendapatkan perawatan yang lebih memadai, ” ungkapnya

Pasca kejadian itu, situasi dilokasi saat ini terlihat relatif aman namun tetap sejumlah polisi diturunkan guna lebih memastikan situasi tetap aman kondusif dalam beberapa hari kedepan,” tutupnya.(Rich)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *