Kapolresta sebut tak semua kasus diselesaikan melalui Restorative Justice

oleh -40 views
Kapolresta Jayapura Kota AKBP Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si

Kilaspapua, Jayapura- Kapolresta Jayapura Kota AKBP Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si menyebutkan tak semua kasus pidana diselesaikan melalui Restorative Justice semua ada batasannya. Tetapi pihak Polresta akan berkolaborasi terhadap kasus-kasus pidana supaya tidak sampai kepada proses hukum.

Kapolresta mencontohkan, adapun kasus yang tidak bisa dilakukan Restorativ Justice seperti kasus yang ancaman hukumannya lebih dari lima tahun, menghilangkan nyawa orang, merusak fasilitas umum, semua ada batasannya dan akan berawal dari pihak Kepolisian dalam penanganannya.

“Kita juga harus bisa mendukung pihak Kejaksaan, mendukung peradilan agar tidak begitu banyak kasus dilimpahkan ke Kejaksaan yang mana bisa diselesaikan di Peradilan Adat,” pungkasnya kepada wartawan usai menghadiri Launching Obhe Warke Adhyaksa Restorativ Justice (Para-Para Adat Restorativ Justice) di Kantor Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Port Numbay Jalan Raya Abepantai – Tanah Hitam Distrik Abepura, Senin (27/6/2022).

Lebih lanjut dikatakan, Kapolresta mengungkapkan, ini merupakan paradigma baru yang harus terus disosialisasikan dalam bidang penegakkan hukum, dimana nilai-nilai Restorativ Justice itu sudah menjadi bagian hukum adat di masyarakat Papua dan Negara mempertegasnya secara yuridis serta normatif dengan keadilan yang berestorativ.

“Kejaksaan Negeri Jayapura luar biasa bisa menginisiasi sinergitas melibatkan Tokoh-Tokoh Adat dalam penyelesaian masalah, pihak Kepolisian akan mensupport dalam bentuk kolaborasi tentunya,” ucap Kapolresta.

Sekedar diketahui bahwa, Maksud dan tujuan Launching Obhe Warke Adhyaksa Restorative Justice (Para-para Adat Restorative Justice) dalam rangka untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat di luar proses peradilan dengan upaya perdamaian di rumah adat.

Dengan dilakukan Launching Para-para Adat Restorative Justice bertujuan untuk membantu pihak aparat penegak hukum dalam penyelesaian perkara pidana ditengah-tengah masyarakat adat yang selalu mengedepankan pendekatan nilai tradisional sehingga mendapatkan putusan hukum yang adil dan seimbang bagi pihak korban maupun pelaku ditengah-tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *